hut

KSU Derami Bina Posdaya jadi Bank Mini Rakyat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, memiliki cara untuk mengembangkan unit usaha Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja).

Melalui mitranya di lapangan yakni Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya), KSU Derami Padang turut berperan dalam pemerataan status sosial masyarakat kalangan prasejahtera.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, saat ini ada 31 Posdaya di Padang yang menjadi mitra penyaluran pinjaman modal usaha Tabur Puja kepada masyarakat.

31 Posdaya ini berperan menjadi perpanjangan tangan KSU Derami Padang, untuk menjangkau masyarakat yang ditargetkan kalangan prasejahtera.

Ia menyebutkan, cara yang dilakukan untuk penyaluran pinjaman dana modal usaha ini, memberikan uang pinjaman sebanyak Rp15 juta kepada masing-masing Posdaya.

Uang pinjaman itu nantinya diserahkan ke Posdaya dan akan dibantu oleh Asisten Kredit (AK) dengan perhitungan pencairan pinjaman satu kali dalam sepekan atau sekali dalam dua pekan.

“Paling rendah uang yang disebarkan ke masing-masing Posdaya itu ada yang Rp10 juta sebenarnya. Jadi intinya uang yang dipinjamkan ke Posdaya akan diberikan sesuai dengan pengembalian uangnya ke koperasi. Kalau diberikan Rp15 juta, kembali lagi lebih dari jumlah itu, maka akan ditambah pula pinjaman yang diberikan,” katanya, Senin (8/7/2019).

Ayu menjelaskan dengan adanya pinjaman dari koperasi ke masing-masing Posdaya itu, nantinya Posdaya bisa memberikan pinjaman modal usaha ke masyarakat dengan nilai minimal Rp2 juta, dan bisa berlanjut hingga Rp3 juta dan sampai ke nilai tertinggi Rp5 juta. Target pencairan pinjaman modal usahanya yakni keluarga prasejahtera.

Menurutnya, dengan adanya sistem yang demikian, secara tidak langsung peran KSU Derami terhadap Posdaya, seperti telah membina Posdaya menjadi bank mini yang dikelola oleh rakyat. Atau tepatnya disebut Bank Rakyat.

Meski targetnya ialah keluarga prasejahtera, dan pengurus Posdaya adalah masyarakat yang secara pendidikan tidaklah seorang yang ahli, namun dengan sistem yang diterapkan koperasi dalam pencairan dana itu, turut mendidik dan mengedukasi rakyat mendirikan sebuah bank mini.

“Iya, bisa dikatakan demikian, Posdaya yang menjalankan pinjaman modal usaha Tabur Puja itu, Posdaya sudah seperti sebuah bank mini yang dikelola rakyat. Modal yang sedikit, dan pemberian pinjaman pun sedikit.

Tapi memiliki tujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat kurang mampu. Berbeda dengan bank, targetnya orang yang mampu, kalau Tabur Puja orang yang tidak mampu kita sasar,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta, mengaku, dengan sistem yang diterapkan tersebut memang secara tidak langsung telah mendidik masyarakat yang tergabung dalam Posdaya menjalankan catatan keuangan layaknya sebuah perbankan.

Di sini, Posdaya akan memiliki perhitungan tersendiri, mana yang bisa dipenuhi pengajuan pinjaman modal usahanya, mana yang tidak bisa disetujui.

“31 Posdaya ini jumlah yang terus berkurang, maka dalam waktu dekat akan terus diupayakan agar jumlah Posdaya di Padang bisa bertambah. Artinya, Posdaya bertambah, maka akan menambah kondisi keuangan di koperasi,” jelasnya.

Meno menyebutkan, pengurus-pengurus Posdaya pada umumnya secara pendidikan tidaklah seperti pihak perbankan, namun pengurus Posdaya lebih kepada ilmu sosialnya. Karena memang pengurus Posdaya adalah orang-orang yang memiliki jiwa sosial yang baik. Hal ini disebabkan, dalam menjalankan Posdaya itu butuh orang-orang berjiwa sosial tinggi.

“Bagi saya selaku unit usaha di KSU Derami, akan berupaya sebaik mungkin untuk menyalurkan dana pinjaman modal usaha ini. Melalui AK yang berada di lapangan, saya terus berpesan agar benar-benar memperhatikan pengajuan yang masuk, agar tidak terjadi tunggakan kredit,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!