hut

KSU Derami Padang Segera Rapat Bahas Tabur Puja

Editor: Koko Triarko

PADANG – Memasuki triwulan ke dua, Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, akan segera menggelar rapat bersama pengurus dan anggota. Rapat tersebut akan membahasa kondisi keuangan koperasi, terutama terkait dengan Tabur Puja yang telah disalurkan.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, rapat triwulan yang dilakukan itu nantinya akan mengetahui kondisi di lapangan, terutama soal penyebaran pinjaman modal usaha Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), yang ada di masing-masing Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya).

Menurutnya, rapat triwulan sangat penting. Melalui rapat yang digelar setiap tiga bulan sekali, jika ada masalah bisa langsung dicarikan solusinya. Dengan demikian, persoalan demi persoalan yang ada di lapangan, tidak berlarut, sehingga memberikan dampak yang bagus dalam jangka yang panjang.

“Sebenarnya, pengurus ingin rapat triwulan pada Juli ini, tapi karena ada beberapa halangan dari para anggota, maka disepekati rapat triwulan digelar awal Agustus mendatang,” ungkapnya, Jumat (19/7/2019).

Ayu menyebutkan, poin besar yang perlu diketahui dalam rapat tersebut, yakni kondisi keuangan Tabur Puja yang telah disebarkan ke-31 Posdaya di Padang.

“Setidaknya mengakhiri bulan Juli ini, perjalanan KSU Derami mencapai semester pertama. Pada semester pertama inilah, kita akan melihat bagaimana kondisi keuangan Tabur Puja enam bulan ke depan,” katanya.

Sementara itu, Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta, mengatakan, kondisi Tabur Puja selama 2019 ini, masih terbilang stabil. Kondisi ini masih lebih baik, jika melihat pada kondisi tahun-tahun sebelumnya.

“Semester I belum ada pencatatan pembukuan soal tunggakan yang parah. Artinya, situasinya terbilang stagnan saja, tanpa ada hal yang dikhawatirkan,” katanya.

Ia pun optimis, Tabur Puja tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya, setelah melihat kondisi Tabur Puja di semester I ini. Setelah dihitung perputaran uang yang dipinjamkan ke masing-masing Posdaya, sebesar Rp15 juta per pekan, belum terjadi tunggakan kredit. Meski demikian, ia mengakui sempat terjadi kredit macet usai Lebaran kemarin.

“Hal itu terjadi sewaktu usai lebaran lalu. Tapi sekarang kondisi seperti itu telah selesai, dan tidak ada lagi tunggakan kredit hingga penghujung semester I ini,” ujarnya.

Meno juga menyebutkan, untuk mengetahui kondisi terkini, perlu menunggu hasil rapat pada awal Agustus 2019 mendatang. Ia berharap, 2019 adalah momen yang bisa memperbaiki kondisi keuangan. Setidaknya, 2019 bisa membawa kabar baik, yakni menyelesaikan minus Sisa Hasil Usaha (SHU) yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun-tahun sebelumnya itu SHU kita bisa minus ratusan juga, sekarang berangsur dari minus Rp70 juta lebih, dan sampailah di tahun 2018 kemarin minus Rp30 juta lebih. Nah, makanya di tahun 2019 ini semoga SHU minus itu nol atau malah bisa ada nilai uang yang terdapat di SHU KSU Derami,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini sistem yang diterapkan Tabur Puja dalam menekan kredit macet itu dengan menutup sejumlah Posdaya yang mengalami persoalan kredit macet yang parah. Setelah itu, juga turut melakukan pembentukan Posdaya baru di daerah-daerah yang selama ini belum dijangkau Tabur Puja, dan memililki potensi ekonomi masyarakat yang bagus.

Lihat juga...