hut

KSU Derami Targetkan Dua Posdaya Terbentuk Selama 12 Bulan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, melakukan upaya penambahan pendapatan koperasi melalui pembentukan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

Dalam perencanaan, ada dua Posdaya yang akan dibentuk dan ditargetkan berada di kawasan potensi perekononomian rakyat.

Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta, mengatakan, rencana pembentukan Posdaya baru sudah lama diimpikan oleh KSU Derami Padang, namun terkendala  persoalan lain. Kini ada satu tempat yang tengah diincar, dan diperkirkan pada Agustus mendatang, Posdaya baru di Padang bakal diresmikan.

Ia menyebutkan, untuk mendirikan Posdaya itu membutuhkan proses yang cukup panjang, mulai dari melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan, RW, hingga ke tingkat RT.

Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada persoalan di kemudian hari ketika Posdaya telah berjalan. Kepada seluruh Posdaya yang didirikan itu, juga melakukan proses yang sama.

“Nah sekarang ada satu tempat tepatnya di Kelurahan Sawahan Timur, ada satu Posdaya yang berpotensi dibentuk di sana. Sudah ada koordinasi dengan pihak kelurahan, dan bahkan direncanakan yang menjadi ketua Posdaya itu Ketua RT, karena juga merupakan tokoh masyarakat di sana,” katanya, Selasa (9/7/2019).

Meno menjelaskan untuk Posdaya yang baru itu, cukup potensial untuk diadakan Tabur Puja, karena rata-rata masyarakat di kawasan Sawahan Timur bekerja sebagai pedagang.

Kondisi yang demikian, dinilai sangat bagus apabila didukung oleh pinjaman modal usaha Tabur Puja. Ke depan pada bulan Agustus itu, Posdaya yang direncanakan akan dibentuk akan diberi nama atas dasar keinginan masyarakat.

“Nama Posdaya belum ada lagi, nanti biarlah masyarakat menentukan apa nama yang bagus terhadap Posdaya. Karena dengan demikian akan membentuk suasana kekeluargaan, apalagi Posdaya yang dihadirkan untuk merangkul keluarga  kurang mampu,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, saat ini jumlah Posdaya di Padang hanya 31 dan jumlah itu dinilai mengalami pengurangan dari tahun ke tahun.

Penyebab terjadi pengurangan jumlah Posdaya, adanya hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan KSU Derami. Seperti kecurangan pengurus Posdaya, dan juga ketidakjujuran anggota melakukan pembayaran kredit.

“Posdaya-Posdaya yang kita tutup itu yang tidak beres. Ada pengurus curang sengaja memalsukan tanda tangan pengajuan pinjaman modal usaha, dan uangnya digunakan oleh pengurus. Selain itu ada pula kredit tidak dibayar-bayar, dan orang yang mengajukan pinjamam kabur,” tegasnya.

Kini dengan kondisi yang demikian, KSU Derami Padang harus berhati-hati melakukan pencairan dari pengajuan pinjaman yang masuk ke meja Asisten Kredit di masing-masing Posdaya.

Bahkan melihat  persoalan itu, sekarang tidak begitu banyak pengajuan baru yang disetujui untuk dicairkan oleh AK. Paling yang dicairkan pengajuan pinjaman itu, untuk anggota yang sebelumnya lancar dalam pembayaran kredit.

Ayu menjelaskan, masing-masing Posdaya  mendapatkan pinjaman Rp15 juta hingga Rp20 juta per pekan untuk dicairkan pengajuan pinjaman yang masuk ke masing-masing Posdaya.

Artinya dari jumlah itu, seluruh uang yang dipinjamkan ke Posdaya harus kembali ke KSU Derami. Jika tidak, maka ada persoalan di bagian jajaran pengurus.

Menurutnya, sejauh ini solusi yang bisa diberikan oleh KSU Derami kepada pengurus Posdaya yang bermasalah tersebut, selain perlu adanya penyelesaian hutang, juga perlu adanya pergantian pengurus di Posdaya tersebut.

Namun untuk memastikan, apakah Posdaya tersebut bisa dibuka kembali pencairan dana pinjaman modal usaha Tabur Puja, perlu adanya pertimbangan yang matang.

“Kita tidak ingin hanya disibukkan mengurus Posdaya-Posdaya yang demikian. Jadi, jika ada persoalan, langsung diselesaikan tanpa bertele-tele. Karena kita di KSU Derami memiliki keinginan, melalui adanya Tabur Puja dapat mengentaskan kemiskinan. Bukan malah sibuk mengurus kondisi Posdaya,” ucapnya.

Ia menegaskan, persoalan penutupan Posdaya, sudah sering dilakukan oleh KSU Derami. Dulu di saat awal berdirinya KSU Derami, Posdaya yang menjadi mitra KSU Derami itu bisa mencapai 50 Posdaya.

Namun secara lambat laun, cukup banyak Posdaya yang berguguran, akibat dari persoalan penyalahgunaan dana Tabur Puja.

Lihat juga...