hut

Lahan Pertanian di Desa Airmenduyung Belum Miliki Jaringan Irigasi

MENTOK – Petani di Desa Airmenduyung, Kabupaten Bangka Barat, membutuhkan pembangunan jalur irigasi untuk mendukung produktivitas sawah yang ada di desa tersebut.

“Kami berharap, pembangunan infrastruktur di hamparan sawah bisa direalisasikan untuk menunjang aktivitas petani desa tersebut,” kata ketua Gapoktan Menduyung Indah, Sarimin, di Bangka Barat, Selasa (23/7/2019).

Menurut dia, saat ini di hamparan sawah desa tersebut terdapat lebih dari 100 hektare lahan aktif yang dimanfaatkan warga untuk menanam padi.

“Dalam perencanaan, ada sekitar 200 hektare, namun tidak seluruhnya termanfaatkan, karena sebagian kecil terkendala status kawasan,” katanya.

Meskipun belum ada jaringan irigasi yang memadahi, namun dalam beberapa tahun terakhir produktivitas lahan sawah di lokasi itu sudah mampu menghasilkan lebih dari lima ton per hektare sekali panen.

Menurut dia, hasil produksi lebih dari lima ton per hektare sekali panen, bahkan pada 2017 bisa mencapai delapan hingga sepuluh ton per hektare, merupakan prestasi yang menggembirakan.

“Pada panen raya dua tahun lalu bisa mencapai delapan hingga 10 ton per hektare, hasil itu termasuk tinggi di Bangka Barat,” katanya.

Sarimin mengatakan, lokasi sawah Desa Airmenduyung tanahnya cukup baik dan cocok untuk bertanam padi, namun sampai saat ini belum memiliki jaringan irigasi yang memadahi.

“Masih banyak lokasi yang tergenang air dan tidak bisa keluar karena berada di lokasi yang rendah, kami berharap jaringan irigasi bisa menjadi solusi untuk permasalahan yang sering dialami petani tersebut,” katanya.

Beberapa tahun lalu, pihaknya pernah mengajukan permohonan bantuan ke Pemkab Bangka Barat, namun bantuan yang diharapkan belum bisa terealisasi.

“Kami berharap, pemerintah, baik itu Pemkab Bangka Barat maupun Pemprov Babel, bisa memberikan solusi agar petani makin bersemangat menekuni pekerjaannya,” katanya.

Dengan adanya motivasi dari pemerintah, dia optimis produksi padi dari desa itu bisa makin meningkat, bahkan diyakini bisa menjadi salah satu desa swadaya beras di Babel. (Ant)

Lihat juga...