hut

Laporan ke KPPU Balikpapan Didominasi Dugaan Persekongkolan Tender

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Laporan yang masuk melalui Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di wilayah V didominasi oleh dugaan persekongkolan tender. Jumlah laporan yang masuk 2018 dan 2019 sebanyak 9 laporan.

Dari laporan yang masuk pada wilayah V itu didominasi oleh Kalimantan Timur dan sisanya provinsi lain di wilayah Kalimantan.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah V yang lama Abdul Hakim Pasaribu, saat Serah Terima Jabatan Kepala Kantor Wilayah V ke pejabat baru Hendry Setyawan, disaksikan oleh Sekjen KPPU Charles Panji di Kantor KPPU Balikpapan, Selasa (9/7/2019).

“Sembilan laporan 2018-2019 yang masuk masih didominasi Kaltim, substansinya masih dugaan persekongkolan tender. Yang kini diproses itu ada di Kabupaten Paser, Penajam, Hulu Sungai Selatan, Barito Selatan tapi tidak semua laporan masuk ke tahap penyelidikan. Karena ada pertimbangan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, dari semua laporan yang masuk itu tidak semuanya lanjut ke tahun 2019 atau sudah selesai. Yang masih dilanjutkan itu seperti tender pembangunan jalan di Paser sudah masuk persidangan tinggal menunggu putusan. Sedangkan untuk laporan di Penajam masih didalami lebih lanjut.

“Tapi yang sudah lanjut ke 2019, tender pembangunan jalan di Paser sudah masuk persidangan, putusannya belum. Penyelidikan di penajam direkomendasikan masuk penuntutan dan pemberkasan. Kemudian didalami,” sebut Abdul Hakim Pasaribu.

Pria yang akrab disapa Hakim juga menyatakan, ada 4 perkara yang sudah selesai yaitu di wilayah Kalteng dengan nilai sanksi sebesar Rp9,8 miliar.

“4 perkara semuanya di Kalteng. Adapun nilai sanksi Rp9,8 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat baru Kepala Wilayah V di Balikpapan, Hendry Setyawan, mengatakan, laporan yang masuk pada tahun ini akan terus dilanjutkan sesuai dengan prosedurnya.

Pihaknya juga akan mendalami isu lainnya yaitu transportasi online karena ada konsep batas wilayah. Dan program lanjutan sektor kemitraan selain minyak, gas dan batu bara.

“Di Kalimantan ini ada perkebunan sawit dan karet. Sudah sering kami mendapatkan keluhan dari petani mengenai plasma sawit sehingga kami lanjutkan lagi,” imbuhnya.

Hendry menambahkan dalam tugas barunya di wilayah V akan melanjutkan kinerja yang telah dijalankan pemimpin yang lama dan akan lebih fokus yang menjadi tugas dan fungsi KPPU khususnya di wilayah Kalimantan.

Lihat juga...