hut

Lulusan Baiturrahmah Ditantang dengan Kondisi Kesehatan di Sumbar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyebutkan banyak persoalan di bidang kesehatan di daerahnya, terutama daerah tertinggal. Seperti Kabupaten Solok Selatan, Pasaman Barat hingga Kepulauan Mentawai.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan persoalan-persoalan kesehatan yang banyak ditemukan, seperti gizi buruk dan stunting. Hal tersebut harus menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan sarjana perguruan tinggi di bidang kesehatan, agar dapat menjadi ujung tombak mencapai daerah tertinggal.

Ia menyebutkan, saat ini yang paling banyak mencetak sarjana di bidang kesehatan itu yakni Perguruan Tinggi Swasta Universitas Baiturrahmah Padang. Melalui Fakultas Kodokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi, serta jurusan lainnya yang berada di bidang kesehatan.

“Kita dari pemerintah sangat mensyukuri hal ini, karena Universitas Baiturrahmah Padang memiliki fakultas yang mampu menampung para mahasiswa di bidang kesehatan,” katanya, Kamis (18/07/2019).

Nasrul menyampaikan pembangunan kesehatan di masa depan akan menghadapi tantangan yang cukup berat, hal itu disebabkan perubahan gaya hidup dan perilaku masyarakat, perubahan pola konsumsi makanan, perubahan iklim hingga faktor lingkungan lainnya.

“Untuk itu kita berharap, perguruan tinggi di Sumatera Barat umumnya harus mampu menjawab tantangan tersebut, dengan mencetak lulusan yang memiliki keahlian untuk solusi permasalahan di masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim M.S mengajak untuk semua yang hadir untuk memahami sejarah berdirinya Universitas Baiturrahmah didirikan 25 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 16 Juli 1994 oleh H. Amram Sutan Sidi Sulaiman.

“Walaupun baru berusia 25 tahun, Alhamdulillah Universitas Baiturrahmah telah banyak berkontribusi di bidang kesehatan bagi pembangunan Sumatera Barat, dengan menghasilkan 2.308 Dokter, 1.378 Dokter Gigi, 734 Sarjana Ekonomi, 1.034 Sarjana Kesehatan Masyarakat, 1.016 Ahli Madya Kebidanan dan 642 Ahli Madya Radiologi,” katanya.

Ia mengakui bahwa universitas ini bertujuan untuk mendidik dan membina masyarakat menjadi manusia yang bertaqwa berdasarkan Qur’an dan Sunnah Rasulullah, sesuai dengan tema Lustrum ke V Universitas Baiturrahmah Membangun Generasi Berakhlakul Karimah.

Begitu juga yang dikatakan oleh, Ketua Yayasan Baiturrahmah, Fadly Amran yang juga Wali Kota Padang Panjang menyampaikan, bahwa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Sumatera Barat, universitas melibatkan dosen dan mahasiswa melakukan pengabdian pada masyarakat.

Caranya itu yakni dengan melakukan penelitian selama tiga hari di daerah daerah terpencil, melakukan pelayanan kesehatan gratis oleh dokter spesialis, dokter gigi, bidan dan ahli kesehatan lainnya.

“Belum ada satupun perguruan tinggi di Sumatera Barat, bahkan di Indonesia melakukan konsep yang menempatkan mahasiswa di rumah-rumah penduduk selama tiga hari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kegiatan pengabdian sebagai salah satu aspek Tridharma Perguruan Tinggi merupakan jembatan pertemuan mahasiswa dengan masyarakat dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Salah satu acara Lustrum ke V ini mendapatkan perhatian penting dengan peluncuran buku perjalanan 25 tahun Universitas Baiturrahmah Padang Menembus Ruang dan Waktu.

Lihat juga...