hut

Mahasiswa Australia Kagum dengan Puskesmas dan Posyandu di Sleman

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — 54 mahasiswa dari berbagai universitas di Australia antusias melihat proses pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Sleman Yogyakarta. Mereka nampak serius mengamati dan mempelajari berbagai hal terkait penanganan masalah kesehatan di kawasan rawan bencana tersebut.

Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat UNRIYO, V Utari Marlinawati. Foto: Jatmika H Kusmargana

Hal itu terlihat saat para mahasiswa Australia itu mengunjungi sejumlah Puskesmas dan Posyandu di wilayah rawan bencana kabupaten Sleman. Kegiatan untuk ke4 kalinya tersebut digelar Australian Consortium For In Country Indonesian Studies (ACICIS) bekerjasama dengan Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO).

“Para mahasiswa asal Australia ini datang untuk mengunjungi sejumlah pusat layanan kesehatan, baik Puskesmas maupun Posyandu, untuk mempelajari berbagai hal terkait pelayanan kesehatan di Sleman. Ada tiga puskesmas dan tiga posyandu yang dikunjungi. Yakni di Cangkingan, Ngaglik dan Ngemplak,” ujar dosen prodi kesehatan masyarakat UNRIYO, V Utari Marlinawati, saat ditemui di Puskesmas Cangkringan, Kamis (11/07/2019).

Melakukan observasi lapangan, para mahasiswa asing itu tertarik mengetahui lebih jauh mengenai pelayanan kesehatan masyarakat di Sleman, karena wilayahnya yang masuk daerah kawasan rawan bencana. Mereka mempelajari bagaimana sebuah pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas maupun posyadu yang tanggap bencana.

“Mereka kesini tidak hanya mempelajari berbagai hal terkait pelayanan kesehatan saja. Namun juga mengenai banyak hal mengenai Indonesia seperti latar belakang masyarakat, perkembangan sistem sosial hingga budaya yang mempengaruhi pelayanan kesehatan di Indonesia,” kata tour leader ACICIS, Ade Prastyani.

Dengan mempelajari berbagai aspek tersebut, diharapkan para mahasiswa asing tersebut akan bisa memahami evolusi pelayanan kesehatan di Indonesia. Dimana Indonesia merupakan salah satu contoh negara terbaik dalam menerapkan pelayanan jaminan kesehatan di dunia.

“Ada banyak mahasiswa asing ini yang baru pertama kali datang dan baru belajar tentang Indonesia. Sehingga tak sedikit dari mereka yang kagum melihat perkembangan khususnya terkait pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!