hut

Maksimalkan Penanganan Kebakaran, Diskar Ternate Butuh Tambahan Mobil

TERNATE  – Dinas Kebakaran (Diskar) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), kekurangan mobil pemadam kebakaran untuk memaksimalkan pencegahan dan penanganan musibah kebakaran di kota yang menjadi pintu gerbang Provinsi Malut ini.

“Kalau melihat jumlah penduduk Kota Ternate sebanyak 215 ribu jiwa, maka jumlah mobil pemadam kebakaran di daerah ini seharusnya minimal 21 unit, sementara yang ada sekarang hanya tujuh unit,” kata Kepada Seksi Pencegahan Diskar Ternate, Doni, di Ternate, Selasa.

Jumlah personel Diskar Ternate saat ini hanya 70 orang, itu sebagian besar masih berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT), padahal seharusnya minimal 200 orang, sehingga disiagakan selama 24 jam dengan sistem sif.

Menurut dia, walaupun mobil pemadam kebakaran dan personel yang dimiliki Diskar Ternate masih terbatas, selama ini tetap mampu menangani berbagai kasus kebakaran yang terjadi di Kota Ternate baik kebakaran skala kecil maupun skala besar.

Kalaupun dalam beberapa kasus kebakaran mobil pemadam kebakaran dari Diskar Ternate agak terlambat tiba di lokasi kebakaran, itu karena Diskar terlambat menerima laporan dari masyarakat serta adanya gangguan dalam perjalanan.

Menyinggung adanya usulan agar Diskar Ternate menempatkan minimal satu unit mobil pemadam kebakaran di setiap kecamatan untuk memudahkan pemadaman kebakaran di kecamatan, Doni mengatakan hal itu sudah dalam program Diskar namun belum dapat direalisasikan karena keterbatasan mobil pemadam kebakaran dan personel.

Untuk sementara ada beberapa titik yang rencananya akan ditempatkan mobil pemadam kebakaran, selain yang ada di kawasan Tangole yakni di wilayah Ngade, Ternate Selatan dan wilayah Sulamadaha, Ternate Barat, sehingga kebakaran di kedua di wilayah itu tidak perlu lagi mendatangkan mobil kebakaran yang ada di Tangole.

Ia mengharapkan kesadaran dari masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran, misalnya untuk gedung atau rumah warga jaringan listriknya di atas 10 tahun harus dilakukan rehabilitasi agar tidak terjadi hubungan arus pendek listrik yang dapat memicu kebakaran.

Tahun 2015 di Kota Ternate terjadi sedikit 30 kasus kebakaran besar dan kecil, sedangkan hingga Juli 2019 tercatat terjadi 20 kasus kebakaran, termasuk kasus kebakaran Pertamini di Kelurahan Tafure pada akhir pekan lalu. (Ant)

Lihat juga...