hut

Maksum, CJH Balikpapan Bisa Berangkat Setelah 9 Tahun Menunggu

Editor: Koko Triarko

Calon Jemaah Haji Balikpapan, Maksum bersama istri saat hendak dilepas ke Asrama Embarkasi Haji Batakan, Balikpapan -Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Setelah menunggu sembilan tahun lamanya, Maksum (64), akhirnya bisa menunaikan ibadah haji melalui kloter pertama calon jemaah haji (CJH) Balikpapan. Ia bersama sang istri mulai memasuki asrama haji Balikpapan, pada Rabu (18/7), untuk diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah, keesokan harinya.

Maksum mengaku sejak 2010 telah melakukan pendaftaran untuk menunaikan ibadah haji. Saat pendaftaran itu ia dijanjikan akan berangkat pada 2015, namun karena ada kendala yang tak diketahui, ia terpaksa harus menunggu lagi.

“Pendaftaran mudah saja, tapi waktu mendaftar itu dijanjikan waktu tunggu lima tahun. Cuma karena ada apa, tidak tahu kenapa, jadi mundur 4 tahun lagi. Tapi tidak apa-apa, yang penting kita berdoa,” katanya, saat ditemui pada Kamis (18/7/2019).

Ketika hendak diberangkatkan ke Asrama Embarkasi Haji Batakan, ia pun menitikkan air mata, karena rasa bahagianya yang tak bisa diungkapkan. Saat pendaftaran pertama, Maksum menyetor uang Rp25 juta.

“Ini pertama kali berhaji, gembira, ya gimana ya, rasanya mau menghadap Allah, terharu, senang,” urainya, dengan tersenyum.

Persiapan dari menjaga kesehatan dan berdoa selalu dilakukannya. Apalagi, usianya yang sudah tidak muda lagi. “Dari jaga kesehatan dan persiapan lainnya sudah kami lakukan. Semoga saat berangkat semua lancar,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah calon jemaah haji Balikpapan yang berangkat tahun ini sebanyak 450 orang. Namun karena sakit, satu orang menyatakan mundur sebagai jemaah calon haji untuk kloter 1, atas nama Misbach.

Perihal CJH yang gagal berangkat tersebut, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Balikpapan, Masrivani, menuturkan, sebelumnya sebanyak 450 CJH telah menjalani karantina dan pemeriksaan kesehatan lanjutan di Asrama Haji Batakan Embarkasi Balikpapan, sebelum diterbangkan ke tanah suci.

“Sudah diperiksa seminggu dua kali oleh Dinas Kesehatan, dan diputuskan tidak bisa diberangkatkan. Jadi, jemaah yang masuk asrama hanya 449,” tukasnya.

Dijadwalkan, jemaah berangkat ke tanah suci pada 19 Juli 2019 sekira pukul 15.15 WITA. Penerbangan dilakukan dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan menuju Bandara Pangeran Muhammad Bin Abdul Aziz di Madinah.

Lihat juga...