Manfaatkan Lahan Terbatas, Warga Jakamulya Bentuk Komunitas Hidroponik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Warga di RW 11, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan, Bekasi Selatan Kota Bekasi, Jawa Barat, membentuk Komunitas Petani Hidroponik TCI dalam rangka pengembangan tanaman di atas lahan terbatas di lingkungan setempat.

“Saat ini ada sekira 97 orang tergabung dalam Komunitas Petani Hidroponik di RW 11. Ke depan akan terus bertambah setelah terbentuk komunitas ini,” kata Yoyo Cahyono Boyo, Ketua RW 11, kepada Cendana News, usai launching Komunitas Petani Hidroponik di lingkungannya, Minggu (28/7/2019).

Dikatakan, bahwa wilayahnya mendapat bantuan corporate social responsibility (CSR) dari PT Indomaret berbentuk pipa kit, dan alat lainnya pendukung pengembangan hidroponik.

Bantuan peralatan tersebut akan disalurkan ke setiap RT yang ingin bergabung dan bercocok tanam di rumah melalui sistem hidroponik.

Suasana launching tanaman hidroponik yang dikembangkan di lahan terbatas, Minggu (28/7/2019) – Foto: Muhammad Amin

Menurut Yoyo, pengembangan sistem hidroponik di lingkungan sudah lama dilaksanakan. Namun demikian bentuknya masih mandiri dan menjadi konsumsi pribadi.

Setelah terbentuk komunitas ke depan akan lebih ditata agar berkembang tidak lagi untuk konsumsi keluarga tetapi sudah masuk tahap komersil.

Yoyo optimis jika semua masyarakat di lingkungan RW 11, memiliki semangat yang sama maka apa yang menjadi harapan untuk menciptakan kawasan hidroponik bisa terwujud. Tidak hanya untuk konsumsi pribadi tetapi bisa menambah penghasilan keluarga setiap rumah.

Dia menyebut ada beberapa teknik hidroponik yang diadopsi seperti sistem DBS atau sistem tetes dan pembangkit tenaga surya yang ada di lingkungan RW 11.

“Setelah komunitas terbentuk, tentunya berharap Pemerintah Kota Bekasi, bisa menjembatani untuk hasil panen petani hidroponik di RW 11 agar dapat dipasarkan di Kota Bekasi. Karena kalau tidak upaya yang dilakukan warga akan sia-sia, tidak mungkin sayur berlimpah dimakan sendiri,” tukasnya.

Dalam menciptakan kawasan hidroponik, RW 11 setidaknya sudah menyiapkan 20 orang tenaga terampil, untuk melakukan pembinaan bagi warga dalam pengembangan tanaman hidroponik. Teknisi tersebut terdiri dari ahli rakit media tanam, ahli nutrisi dan ahli cara untuk pengembangan tanaman.

Mereka sebelumnya sudah mengikuti berbagai pelatihan sistem tanam hidroponik dari cara perakitan sampai ke panen.

“Kami selalu berkunjung ke daerah yang wilayahnya sudah terbentuk lingkungan hidroponik seperti di wilayah Parung dan Bogor,” ungkap Yoyo mengaku pelatihan juga selalu diberikan PPL Pertanian Bekasi Selatan.

Lebih lanjut ia mengaku optimis dalam berinovasi hidroponik di lingkungan RW 11 karena sambutan masyarakat begitu antusias.

Ke depan pengembangan akan ada displai di tempat fasilitas umum milik RW. Untuk diketahui harga jenis sayuran fatcoy saja Rp24 ribu per kilo, itu hanya didapat dari empat lobang.

Launching Komunitas Petani Hidroponik di RW 11 Kelurahan Jakamulya dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono.

Dalam kesempatan itu dia mengatakan, ke depan akan ada perlombaan kampung hidroponik di Kota Bekasi.

Lihat juga...