hut

Masjid Ikon Wisata Baru di Padang Terancam Abrasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Masjid yang dibangun oleh Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, di kawasan Muaro Padang, sempat terancam abrasi pantai.

Masjid yang dibangun persis berada di tepi pantai ini, merupakan masjid yang diharapkan bakal menjadi ikon wisata religi, selain dari adanya Masjid Raya Sumatera Barat dan Masjid Baiturrahmah Padang.

Wali Kota Padang, Mahyedi Ansharullah, mengatakan, cuaca buruk yang menyebabkan ombak di kawasan pantai Padang turut mengempas pondasi masjid, sehingga mengakibatkan kerusakan bangunan.

Kini, melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, telah dilakukan pembangunan dinding atau pemecah ombak, dengan anggaran sebesar Rp4,5 miliar.

“Pembangunan dinding pemecah ombak masjid di Muaro Padang itu, pengerjaan telah mulai dilakukan hari ini, Selasa. Pembangunan penahan abrasi pantai ini, dimulai dari kawasan daerah jalan Muaro dan terus menuju ke pantai di belakang masjid baru tersebut,” jelasnya, Selasa (16/7/2019).

Mahyeldi berharap, pembangunan dinding laut dari BWS Sumatera V tersebut dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga kawasan representatif di sekitar masjid baru Muaro Pantai Padang ini dapat tertata kembali.

Artinya, jika kawasan tersebut dapat tertata kembali, nantinya dapat menjadi ikon baru bagi masyarakat kota Padang untuk pariwisata.

“Jadi memang masjid ini dibangun untuk menjadi ikon wisata yang baru di Padang. Karena selama ini pantai Padang sudah cukup dikenal. Sehingga sambil berwisata di pantai, nanti ketika waktu salat masuk, pengunjung bisa menuju ke masjid untuk melakukan salat,” ungkapnya.

Dikatakannya, tujuan adanya pembangunan masjid di Muaro Padang itu, sangat jelas untuk menciptakan wisata halal di Kota Padang. Dipilihnya lokasi itu, karena berada di titik keramaian para wisatawan yang datang ke pantai Padang.

“Kini pembangunan masjidi ini hampir selesai, bentuknya telah utuh, dan mungkin yang perlu diselesaikan itu bagian dalamnya. Kita tentu berharap masjid ini segera digunakan, dan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Padang,” ucapnya.

Mahyeldi juga mengatakan, keberadaan masjid baru di Muaro Padang itu, meskipun dalam tahap penyelesaian, pemandangan di pantai Padang terlihat bagus, karena posisi masjid itu berdiri, memberikan suasana nan indah. Dengan berada dekat dari tepi pantai, membuat masjid tersebut primadona baru di Padang.

“Nah ternyata rencana kita untuk mendirikan masjid di tepi pantai ini, tidak sesuai skema awal. Buktinya sekarang ombak menghantam dinding pondasi masjid dan menyebabkan abrasi. Maka kita berjuang bersama mencari cara, supaya ancaman abrasi itu bisa terlesaikan. Alhamdulillah BWS Sumatera V langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengerjaan penahan ombaknya,” jelasnya.

Kejadian rusaknya pondasi masjid itu terjadi sejak sepekan yang lalu, dimana ketika itu wilayah Kota Padang tengah dilanda musim hujan. Kondisi cuaca yang demikian diduga menjadi penyabab terjadinya gelombang pasang, sehingga ombak pantai Padang menghempas masjid tersebut.

Kejadian ombak mengancam infrastruktur di kawasan wisata pantai Padang tidak hanya terjadi di masjid yang baru didirikan tersebut. Belum lama tempat wisata Tugu Monumen Perdamaian yang ada di Muaro Lasak, juga terkena abrasi pantai.

Kini untuk lokasi tugu yang dibangun di saat ada SAIL Komodo 2016 silam tersebut, juga telah dilakukan batu penahan ombak.

Posisi kedua tempat, antara masjid baru dengan Tugu Monumen Perdamaian itu, persis sama-sama berada dekat dari bibir pantai.

Di Kota Padang, sejuah ini hanya dua bangunan itu yang dinilai berada di kawasan bibir pantai. Untuk itu, Pemko Padang mengimbau masyarakat atau pengunjung untuk berhati-hati saat bermain di kawasan pantai, karena kondisi ombak sedang tidak menentu.

Lihat juga...