hut

Mengenal Jupiter, Planet Terbesar dalam Tata Surya

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Jupiter merupakan planet terbesar dalam tatanan tata surya kita. Walaupun terbesar, Jupiter tidak memiliki batasan tegas antara atmosfer dengan permukaan air dan daratan seperti bumi.

Ahli Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Widya Sawitar, menyebutkan ukuran Jupiter setara dengan 1.300 Bumi. Massanya mencapai 318 kali massa Bumi dengan diameter 143 ribu km atau setara dengan 11 kali diameter Bumi.

“Menurut penelitian, Jupiter ini merupakan planet yang terbentuk dari awan gas yang sangat besar. Tidak ada batasan antara daratan dan permukaan air laut dengan atmosfernya. Yang membatasi hanya perbedaan kerapatan,” kata Widya saat peneropongan Jupiter, Selasa malam (16/7/2019).

Ahli Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta Widya Sawitar. -Foto: Ranny Supusepa

Dari pengamatan, Jupiter terlihat sebagai planet yang memiliki salur warna warni, sebagai akibat banyaknya badai di permukaannya.

“Melalui teleskop, terlihat adanya pola gelap dan terang, yang merupakan daerah badai yang berlangsung terus menerus. Selain itu, ada juga daerah pasaran badai, yang terkenal dengan sebutan the Great Red Spot atau Bintik Merah Besar. Diperkirakan badai ini sudah berlangsung terus menerus sejak 300 tahun lalu,” urai Widya.

Jupiter memiliki 83 satelit tapi baru 79 yang dikonfirmasi. Tapi dari semua itu, hanya empat yang biasa dikenal oleh masyarakat umum.

“Empat yang terbesar ini dikenal dengan nama satelit Galileo. Karena Galileo yang menemukannya pada tahun 1610. Keempat satelit ini dinamakan Io, Ganymede, Europa dan Callisto,” kata Widya menjelaskan saat menunjukkan hasil pengamatan melalui teleskop.

Sejauh ini, satelit Galileo ini merupakan objek terbesar dan termasif yang mengorbit di Jupiter. Perbandingan ukuran satelit Galileo ini dengan satelit Jupiter lainnya adalah jika semua satelit selain satelit Galileo digabungkan maka beratnya hanya 0,003 persen dari satelit Galileo.

“Saat cuaca terang, kita bisa melihat Jupiter dengan mata telanjang. Karena Jupiter termasuk tiga planet di tata surya kita yang memiliki tingkat kecerahan cukup tinggi, selain Mars dan Venus,” urai Widya sambil menunjukkan titik terang tidak terlalu jauh dari Bulan.

Tercatat, sudah beberapa kali dikirimkan misi robotik ke Planet yang masuk dalam kelompok planet Jovian ini. Misalnya misi terbang lintas Pioneer, Voyager dan Galileo. Yang terbaru adalah misi New Horizons pada Februari 2007.

Wacana penjelajahan Jupiter yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini adalah untuk meneliti samudera cair yang dimiliki satelit Europa dibawah lapisan es-nya.

Peneropongan Jupiter sendiri sudah bisa dilakukan sejak bulan Juni 2019. Dan masih akan bisa dinikmati hingga September 2019.

“Walaupun sudah lama, tapi antusiasme pengunjung yang ingin menikmati Jupiter melalui teleskop masih terus mengalir. Harapannya, animo masyarakat untuk menikmati benda-benda langit ini masih bisa kami akomodir terus,” pungkas Widya.

Lihat juga...