Mengenal Teknik Memancing

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Perkembangan industri memancing, bukan hanya menghasilkan berbagai jenis peralatan pemancing. Tetapi juga menyebarluaskan teknik memancing bagi para angler.

Anggota Angler Pemburu Strike Indonesia (APSI), Mochamad Rusly, menyebut, ada beberapa teknik memancing yang dikenal oleh para angler. “Yang pertama, yang kita selenggarakan saat ini. Yaitu casting,” kata Rusly saat ditemui usai acara Casting Ikan Predator di Taman Buah Mekarsari, Minggu (7/7/2019).

Casting merupakan teknik dimana umpan atau lure dilempar sejauh mungkin, lalu reel digulung dengan cepat. Tindakan ini dilakukan berulang-ulang hingga ikan menyambar. “Lure casting biasanya minnow atau jump frog dan softlure,” ungkap Rusly.

Teknik berikutnya adalah popping. Tekniknya mirip dengan casting, hanya jorannya panjang, antara 180 hingga 250 sentimeter. Joran terdiri dari dua bagian yang disambung. Lure yang digunakan memiliki berat antara 40 hingga 100 gram.  “Kalau teknik jigging, itu adalah teknik dengan umpan yang berbahan logam timah atau metal jig, dengan berat rata-rata 15 gram hingga 1 kg. Teknik ini membutuhkan kekuatan otot dan biasanya untuk 10 hingga 80 meter,” papar Rusly.

Kemudian ada teknik Fly fishing, yaitu teknik memancing tertua. Karena sudah ada sejak abad ke-2 Masehi. “Teknik ini mengharuskan kita turun ke air dan menyatu dengan alam. Joran yang digunakan bersifat lentur dan kuat. Biasanya digunakan untuk memancing ikan salmon dan ikan trout,” jelasnya.

Teknik selanjutnya, adalah surf casting atau pasiran. Ciri khasnya adalah Joran yang panjangnya mencapai empat meter dan terdiri dari tiga bagian yang harus disambung. Reelnya berukuran besar, biasanya model spinning kelas 4.000 keatas. Senar yang digunakan ukuran 0,28 hingga 0,35 milimeter. “Kalau teknik ini, umpannya biasanya yang hidup. Bisa undur-undur atau cacing laut. Terkadang cumi atau ikan kecil,” jelas Rusly.

Kemudian ada teknik trolling, yaitu teknik khusus untuk angler yang menggunakan kapan dengan kecepatan lima hingga tujuh knot. “Kalau trolling, joran dan reel-nya khusus,” tandasnya.

Yang terakhir, adalah teknik Rock Fishing, yaitu teknik khusus untuk para angler yang memilih Spot di atas tebing atau karang tepi laut. “Panjang joran antara 3,5 hingga empat meter, dengan sifat hard action. Reelnya harus bisa menampung senar monofilamet atau fluorocarbon 200 meter,” pungkasnya.

Lihat juga...