hut

MUI Selalu Hadir Mengawal Umat dan Bangsa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, merasa bersyukur atas kepercayaan masyarakat Indonesia hingga dirinya terpilih menjadi Wakil Presiden periode 2019-2014.

“Alhamdulillah saya bersyukur hari ini MUI memperingati milad ke 44. Sekarang sudah tidak ada 01 dan 02, tapi 44. MUI tetap mengawal umat dan bangsa,” kata Ma’ruf dalam sambutannya pada milad MUI ke 44 bertajuk Meningkatkan Pengkhidmatan dan Kemitraan MUI dalam Rangka Penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Persatuan Bangsa di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (27/7/2019).

Sebagai calon wakil presiden mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ma’ruf mengimbau harus disyukuri adanya MUI. Menurutnya, sepanjang sejarah belum pernah Ketua Umum MUI menjadi Wakil Presiden.

“Kita berharap mudah-mudahan ini jadi kebiasaan dalam memajukan bangsa,” ujar Ma’ruf disambut tepuk tangan yang hadir.

Sesuai dengan tema milad yakni Meningkatkan Pengkhidmatan dan Kemitraan MUI dalam Rangka Penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Persatuan Bangsa, Ma’ruf berpesan agar tugas utama MUI yakni melayani umat dan sebagai mitra pemerintah harus selalu dijalankan dengan baik.

“MUI itu harus menjaga umat‎ dari akidah yang menyimpang. MUI mengawal jangan ada umat Islam terjebak pada akidah menyimpang, maka diberi panduan melalui fatwa MUI,” ujarnya.

Dalam melindungi umat, MUI selalu berprinsip menjaga berpikir yang islami dengan pola moderat dan bersikap toleransi antarsesama.

Terpenting lagi melindungi umat dari makanan dan minuman yang syubhat (diragukan) kehalalannya, MUI mengupayakan sertifikasi halal bagi produk.

“Sertifikasi halal MUI bertujuan untuk melindungi umat dalam mengonsumsi makanan dan minuman halal,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, sertifikasi halal MUI hingga sekarang ini sudah diakui dunia. “50 lebih lembaga halal dunia sudah memperoleh pengakuan dari MUI. Karena lembaga halal tersebut mengikuti standar MUI,” tukasnya.

Dalam bidang muamalah, MUI terus mengawal umat agar bertransaksi sesuai prinsip syariah. MUI juga telah sukses mendorong perkembangan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia. Terbukti dengan telah dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuai Presiden Jokowi.

Selanjutnya, jelas dia, dalam melindungi umat, MUI berupaya memperbaiki ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Dengan melakukan pemberdayaan ekonomi umat yakni dalam istilah Arus Baru Ekonomi Indonesia.

Ini upaya peningkatan ekonomi dengan tidak membenturkan pelaku usaha lemah dengan pengusaha besar. Tapi membentuk kemitraan atau kolaborasi antarmereka dalam peningkatan kesejahteraan.

“Kemitraan usaha ini diharapkan tidak ada lagi ketimpangan ekonomi,” ujarnya.

Peran MUI lainnya, adalah menyatukan umat jika ada perbedaan. Karena menurutnya, perbedaan itu tidak boleh jadi perpecahan. Maka dari itu MUI sebagai payung umat selalu berupaya mengembangkan prinsip toleransi terhadap perbedaan.

“Tidak boleh ada sikap di antara kelompok Islami yang tidak toleransi. Kita harus bisa terima perbedaan baik itu dengan sesama umat Islam maupun nonmuslim. Sepanjang perbedaan itu untuk kepentingan bangsa,” tegasnya.

Ma’ruf menegaskan, bahwa persoalan bangsa sudah selesai diwujudkan dalam kesepakatan sejak zaman dulu. Maka sesama bangsa harus menjaga dan mengawal serta menguatkan.

“Jangan sampai kita bersikap tidak toleransi. NKRI sudah final, MUI berupaya dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tukasnya.

Maka dari itu, Ma’ruf berharap dalam pesta demokrasi yang telah usai perlu memperkuat kebersamaan. “MUI tetap hadir mengawal umat dalam kehidupan berbangsa,” pungkasnya.

Lihat juga...