hut

Mulai Agustus, Mukomuko Tegakkan Aturan Larangan Ternak Liar

Ilustrasi. Ternak sapi / Dok CDN

MUKOMUKO – Mulai Agustus 2019, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menerapkan penegakan peraturan daerah tentang larangan melepasliarkan hewan ternak.

Larangan peliaran tersebut baik untuk ternak sapi, kerbau maupun kambing. “Kami minta kepada semua pemilik hewan ternak untuk tidak melepasliarkan hewan peliharaan,” kata Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mukomuko, A. Halim, Minggu (7/7/2019).

Kebijakan tersebut, menindaklanjuti revisi Perda No.26/2011, tentang penertiban hewan ternak di wilayah Mukomuko. Di dalam aturan baru, diterapkan sanksi berat bagi masyarakat yang melepasliarkan hewan peliharaannya.

Sanksi denda meningkat menjadi Rp3 juta untuk menebus sapi dan kerbau yang ditangkap oleh anggota Satpol PP. Sebelumnya, sanksi denda tebusan hanya Rp1 juta. Sementara untuk menebus kambing di aturan baru sebesar Rp1 juta.

Selain itu, ada kewajiban peternak memberi identitas atau tanda pada hewan ternak peliharaanya. Peternak kemudian mendaftarkan hewan peliharaanya ke Dinas Pertanian setempat. Dengan pendaftaran tersebut, untuk selanjutnya, hewan ternak yang tidak beridentitas akan dianggar ternak tidak bertuan.

Jika ternak berstatus tidak bertuan, maka warga petani tidak bisa menebus hewan ternak yang diamankan petugas. Tidak hanya itu, bagi warga petani ternak yang sudah diberikan pembinaan karena melepasliarkan ternaknya, tetapi masih mengulangi perbuatannya akan mendapatkan sanksi tindak pidana ringan. Mereka akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri setempat.

“Dalam penegakan perda hewan ternak ini tidak ada pilih kasih baik itu ternak milik pejabat tinggi, aparat desa, kecamatan kepolisian, kejaksaaan dan polisi ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!