hut

Musayama Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Cair

Kemal saat memberikan penjelasan mengenai alat pengolahan sampah - Foto Ant

TANGERANG – Perusahaan pengelola sampah, Abu&Co, yang berlokasi di Serpong Tangerang Selatan, Banten, mengembangkan mesin pengolahan sampah yang diberi nama Musayama.

Mesin tersebut mampu memusnahkan hingga 20 ton sampah per-hari, tanpa menggunakan bahan bakar. Dan upaya tersebut justru menghasilkan bahan bakar cair.

H. Ir. Kemal Pasya, selaku pemilik Abu&Co di Tangerang Rabu mengatakan, alat yang diciptakannya tersebut nyaris bebas bau. Dia mengklaim telah berpengalaman dengan melayani pengolahan sampah di Tangerang Selatan (Tangsel) selama lebih dari 25 tahun.

Setahun terakhir, alat tersebut diuji coba dan sistem baru tersebut diklaim sangat efisien. Saat ini, sekira 10.000 rumah telah dilayani, dengan kapasitas sampah mencapai 30 ton sampah per-hari. “Semua sampah dapat diolah seluruhnya dalam waktu 1 hari, artinya tidak ada lagi sisa sampah dari pelanggan yang menumpuk, serta tidak menimbulkan bau yang menyengat,” tandas Kemal.

Pengolahan menggunakan teknologi Musayama atau Musnah Kaya Manfaat tersebut tanpa menggunakan bahan bakar, dan mampu memusnahkan hingga 20 ton sampah per-hari. “Istimewanya, pengolahan sampah yang bekerja selama 24 jam ini dapat menghasilkan banyak produk seperti bahan bakar cair, bahan bakar gas, asap cair dan arang bekerja,” papar pria lulusan ITB tersebut.

Kepala teknik Musayama, Achsan Indriadi, menambahkan, mesin inovasi lokal itu telah diuji selama setahun dioperasikan tanpa menggunakan bahan bakar. Hasilnya, asap yang minim dan minim tenaga listrik. “Bahkan dapat menghasilkan tenaga listrik dan produk manfaat lainnya, dan 100 persen menggunakan material lokal dan teknologi lokal,” tandasnya.

Saat ini mesin Musayama dari PT. ABU & Co siap untuk diperkenalkan kepada khalayak ramai. “Harapannya agar dapat diikuti oleh pengelola sampah lainnya di Indonesia, dan Teknologi asli karya bangsa Indonesia ini dapat berkembang dan menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Indonesia,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!