hut

Musim Gadu, Petani di Lamsel Tanam Kacang Hijau

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Memasuki musim gadu (kemarau), petani di Lampung Selatan memilih menanam kacang hijau. Hal itu dilakukan agar sawah yang dimiliki tetap bisa produktif di masa tanam ketiga.

Mariyun, petani yang memilih menanam kacang jhijau agar sawahnya tidak menganggur di musim kemarau ini – Foto Henk Widi

Mariyun, petani warga Desa Canggu, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, telah selesai memanen padi dua pekan lalu. Saat ini Dia langsung memilih menanam kacang hijau. Hal itu mengikuti anjuran dari penyuluh pertanian.

Di lahan seluas setengah hektare, dilakukan penanaman benih kacang hijau sebanyak satu kilogram. Penanaman dilakukan dengan sistem tajuk atau tugal. Penanaman kacang hijau tidak sulit, karena lahan sawah tidak perlu dibajak.

Lahan yang masih lembab, ditutupi dengan jerami untuk membantu menghambat kekeringan, serta bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Pengaturan jarak tanam dilakukan memakai tambang, agar penanaman bisa lebih teratur. Varietas kacang hijau bersertifikat dipilihnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Saat kemarau, petani di daerah tersebut selama ini cenderung memilih membiarkan lahan tidak digarap, karena minimnya pasokan air.

“Masa tanam gadu petani memilih tidak menanam padi, karena pasokan air minim. Menanam palawija, salah satunya kacang hijau. Sebagian ditanami sayur jenis tomat, gambas dan sawi, yang kebutuhan airnya terbatas,” tandas Mariyun kepada Cendana News, Senin ( 22/7/2019).

Kondisi pasokan air yang berkurang, namun masih tetap mengalir ditampung di belik belik kecil untuk kebutuhan penyiraman. Seperti pada masa tanam gadu sebelumnya, dari hasil menanam kacang hijau, Dia bisa mendapatkan hasil empat kuintal. Proses perawatan tanaman kacang hijau dianggap mudah, karena hanya dengan pemberian pupuk, pembersihan gulma dan melakukan penyemprotan hama.

Pada usia maksimal 80 hari, sudah bisa memanen kacang hijau yang ditandai kulit polong yang tua. “Masa dua bulan lebih tanaman kacang hijau bisa dipanen dan lahan yang kering masih bisa menghasilkan dibanding hanya dibiarkan terbengkelai,” tandas Mariyun.

Peluang ekonomi kacang hijau diklaim masih sangat menguntungkan. Kacang hijau kering dijual dengan harga Rp20.000 hingga Rp25.000 perkilogram. Kacang hijau dijual kepada pembuat kecambah, dan bubur di Pasar Kalianda.

Petani lain Hasan menyebut, palawija menjadi pilihan untuk ditanam karena saluran irigasi masih mengalirkan air, namun penggunaan untuk lahan sawah sudah tidak memungkinkan. Selain menanam kedelai Dia juga menanam sawi, pare, tomat dan bayam. “Tanaman sayur yang membutuhkan air terbatas, membuat sawah tetap menghasilkan saat kemarau,” papar Hasan.

Pemanfaatan lahan di musim gadu akan dilakukan hingga September. Namun, jika hujan belum juga turun petani, masih akan menunda menanam padi. Sebagai stok mengantisipasi kekurangan beras, hasil panen padi masa tanam kedua (MT2) sengaja disimpan dalam bentuk gabah. Saat memasuki masa tanam pertama bulan Oktober hingga Desember ia pastikan stok gabah masih tersedia.

Lihat juga...