hut

Orang Tua: Zonasi Tekan Biaya dan Tingkatkan Keselamatan Anak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online atau dalam jaringan didukung positif oleh orangtua dan para guru. Faktor keselamatan di jalan, efesiensi biaya transportasi akibat jarak yang dekat dengan sekolah menguntungkan banyak pihak.

Sandi, salah satu orang tua dua anak yang saat ini sekolah di SMP dan SMA mengaku menyambut positif sistem zonasi. Sebelumnya anaknya yang saat ini duduk di SMA harus bersekolah ke Kalianda yang berjarak 30 kilometer dari tempat tinggal.

“Sebelumnya tidak diterima di salah satu sekolah negeri di dekat tempat tinggal. Memudahkan mobilitas ke sekolah, saya belikan sepeda motor. Meski belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), terpaksa harus pulang pergi memakai motor,” sebutnya saat ditemui Cendana News, Kamis (11/7/2019).

Memasuki tahun pertama, anaknya sempat mengalami kecelakaan motor, meski hanya luka ringan. Tahun kedua ia memilih menggunakan kendaraan angkutan jemputan atau abodemen. Kedua jenis angkutan motor dan abodemen membuat ia mengeluarkan biaya ekstra.

“Mengeluarkan biaya untuk pendidikan anak memang kewajiban orangtua, namun jarak yang jauh disertai rasa khawatir kerap menghinggapi saat anak ke sekolah memakai motor,” ungkap Sandi.

Sandi, salah satu orangtua mengantar anaknya naik kendaraan jemputan siswa sekolah dari Penengahan tujuan Kalianda Lampung Selatan. Foto: Henk Widi

Saat ini anaknya yang SMP diterima memakai jalur zonasi, jarak rumah ke sekolah hanya satu kilometer. Ia memilih mengantarkan anak sembari berangkat kerja di salah satu perusahaan di Bakauheni.

Drs.Cik Ujang, kepala SMPN 1 Penengahan, Lamsel mengatakan, zonasi menjadi sebuah cara mengikis mindset masyarakat akan sekolah favorit dan nonfavorit. Selain itu memberi kesempatan bagi sejumlah sekolah menampung siswa dari lingkungan terdekat.

“Meski demikian bagi siswa yang ingin menempuh jalur prestasi dan pindahan orangtua tetap diberi alokasi sesuai kuota,” terang Drs. Cik Ujang.

Sistem yang dilakukan secara online diakuinya sangat transparan karena penerimaan sesuai identitas Kartu Keluarga (KK). Verifikasi berkas otentik saat pendaftaran serta yang dibawa orangtua saat daftar ulang menjadi data valid lokasi tempat tinggal.

“Segi positif PPDB dengan zonasi membuat siswa tidak harus sekolah di lokasi yang jauh,” sebutnya.

Asep Nedyana, wakil kepala sekolah SMAN 1 Penengahan Bidang Kesiswaan menyebut kuota terpenuhi dari siswa SMP terdekat yang mendaftar ke sekolahnya. Sebanyak 275 siswa telah diterima dengan pendaftaran online.

Zonasi menjadikan sekolah dengan rumah anak didik menjadi dekat. Siswa bahkan tidak harus mengendarai motor, terutama bagi yang belum memiliki SIM. Selain itu melalui zonasi bagi sekolah akan semakin menjadi tantangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Sebab jenjang SMA yang kini berada di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Lampung juga memiliki guru, ruang belajar yang memadai sama dengan sekolah lain,” sebutnya.

Lihat juga...