hut

Palangka Raya Keluarkan Edaran Larangan Membakar Hutan dan Lahan

Ilustrasi - Karhutla - Dok. CDN

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Fairid Naparin, resmi mengeluarkan surat edaran larangan membakar hutan dan lahan.

Kebijakan tersebut dikeluarkan, untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang mulai sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir. “Langkah itu sebagai bentuk komitmen kami, untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Tindakan tegas juga sudah kami siapkan, bagi siapa saja yang berani membakar lahan pada saat musim kemarau seperti ini,” kata Fairid, Sabtu (6/7/2019).

Agar hutan dan lahan di Kota Cantik, julukan Palangka Raya jika tidak ada karhutla, pemkot melibatkan 409 personel gabungan, baik dari Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat dalam penanganannya.

Tim gabungan yang fokus menangani persoalan karhutla tersebut, tidak hanya melakukan pemadaman. Namun, juga mengutamakan pencegahan. Pihaknya tidak ingin karhutla marak terjadi, sebab akan mengganggu kondisi perekonomian di daerah serta aktivitas masyarakat lainnya.

“409 personel gabungan yang terlibat dalam penanggulangan karhutla, terdiri dari 45 personel BPBD, 94 personel Damkar, 60 personel Kodim 1016/Plk, 60 personel Polres Palangka Raya, 100 personel Damkar Swakarsa dan 50 personel Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK),” rincinya.

Fairid menambahkan, imbauan larangan membakar hutan dan lahan tersebut dimulai sejak 1 Juli 2019 lalu. Hal tersebut harus dilakukan, agar apa yang masyarakat khawatirkan selama ini, yakni bencana kabut asap tebal tidak menimpa Palangka Raya maupun Kalteng lagi.

Orang nomor satu di lingkup pemkot itu meminta, semua pihak berpartisipasi dan aktif melakukan penanggulangan bencana karhutla, yang sangat rawan terjadi di lima kecamatan yang ada di Palangka Raya.

“Sebagian besar lahan yang ada di Palangka Raya berkarakteristik gambut dan semak belukar, sehingga sangat mudah terbakar. Makanya masyarakat juga harus menjadi palang pintu utama, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...