hut

Pasar Krempyeng, Wahana Kemandirian Ekonomi Perempuan di Jember

Editor: Mahadeva

JEMBER – Kemandirian ekonomi terus digelorakan oleh perempuan Jember, yang tergabung dalam komunitas Pasar Kita. Melalui kegiatan, Pasar Krempyeng, yang terselenggara bersama Muslimat NU Jember, menjadi wahana untuk berusaha bersama.

Mereka menjual produk kuliner khas daerah, dan menampilkan busana serta bahasa ala ndeso untuk menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Istilah Krempyeng, yang berarti tertata baik secara komoditas, waktu dan tempat. “Pasar yang waktunya sangat terbatas dan sebentar saja buka terus buyar,” tutur Sri Sulistiyani, Pengelola Komunitas Pasar Kita kepada Cendana News, Sabtu (6/7/2019).

Sulis menyebut, penggunaan istilah Pasar Krempyeng, karena mengambil tema ndeso jadoel. “Untuk menampilkan busana-busana Nusantara jaman dulu dari orang-orang biasa,” jelasnya.

Dalam kegiatan pasar yang amat singkat tersebut, penyelenggara bekerjasama dengan pengurus Muslimat NU Jember, berhasil menggandeng 26 anggota komunitas Pasar Kita. Mereka ikut terlibat menjajakan produk kuliner hasil olahan yang dimiliki.

“Kami sengaja pajang komoditas kuliner, ada nasi pecel, nasi oseng mercon, nasi ayam pedas, kupang lontong, nasi ayam srundeng, Sedangkan camilan berupa Sempol, asinan buah, peyek, sambel pecel. Kemudian terdapat juga aneka minuman, susu kedelai, bir pletok, es buah, sinom, beras kencur dan masih masih banyak lagi,” tuturnya.

Ketua Muslimat NU Jember, Emy Kusminarni, mendukung langkah nyata dari komunitas Pasar Kita, dalam upayanya memberdayakan perempuan melalui kemandirian ekonomi secara menyeluruh. “Sangat bagus, memberikan peluang untuk perempuan yang ingin berusaha membantu ekonomi keluarga,” kata Emy.

Emy menyebut, ajang Pasar Krempyeng bukan hanya sekedar berdagang semata, tetapi terkandung nilai budaya yang harus dijaga bersama. Pedagang menampilkan produk kuliner khas daerah, serta memakai busana dan bahasa daerah yang ada di masyarakat desa.

Lihat juga...