hut

Pasarkan Lewat Tomira, Omset UKM di Kulonprogo Meningkat

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Kebijakan kerjasama pemerintah daerah dengan toko jejaring berlabel Tomira (Toko Milik Rakyat) terbukti efektif memajukan keberadaan Usaha Kecil Menengah (UKM) di kabupaten Kulonprogo.

Selain mampu mengenalkan produk UKM khas Kulonprogo secara lebih luas, promosi melalui Tomira juga mampu meningkatkan omset hingga berkali-kali lipat. Salah seorang pelaku UKM pembuatan kuliner Stik Growol, Sri Puji Astuti, menyebut, usahanya berkembang pesat sejak diberikan kesempatan promosi di Tomira. Warga Karangwuluh, Temon, Kulonprogo tersebut promosi di Tomiro sejak dua tahun terakhir.

Usaha yang awalnya hanya beromset Rp5 jutaan, kini telah berkembang hingga mencapai Rp60 jutaan. “Dampaknya luar biasa. Dulu kita hanya menitipkan produk ke warung-warung kecil biasa. Omsetnya paling hanya Rp5 juta sampai Rp6juta per-bulan. Tapi setelah masuk Tomira omset sekarang sudah mencapai sekitar Rp60juta,” kata Sri yang merupakan Ketua Koperasi HJKP Manunggal tersebut.

Sri memasok dagangan ke sekira 15 toko jejaring Tomira di Kulonprogo seminggu sekali. Tidak hanya produk Stik Growol, Dia bersama 60 pelaku UKM lainnya, yang tergabung dalam Koperasi HJKP Manunggal, juga memasok berbagai produk kuliner lainnya.

“Ada banyak produk yang kita setor ke Tomira. Mulai dari criping singkong, criping tales, criping ubi ungu, lanting, peyek dele, peyek pegagan hingga belut goreng dan lain-lain. Semua produk ini merupakan hasil olahan 60 pelaku UKM dari empat desa Hargomulyo, Janten, Karangwuluh, dan Palihan yang tergabung dalam Koperasi HJKP Manunggal,” katanya.

Khusus untuk usaha pembuatan produk Stik Growol sendiri, Sri kini telah mampu mengembangkan usahanya lebih luas. Selain menjual di jejaring Tomira, Dia juga melakukan pemasaran secar offline ke sejumlah warung, maupun secara online melalui reseller.

Sri juga rutin mengirim produknya hingga ke luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, NTB, Sumatera hingga Kalimantan.  “Dulu pegawai awalnya hanya beberapa orang saja, tapi sekarang sudah ada 12 orang. Itu khusus untuk produksi. Sementara untuk tenaga pemasaran atau marketing ada tiga orang,” jelasnya.

Sri berharap pemerintah daerah dapat terus membantu pengembangan UKM di Kulonprogo. Baik secara kerjasama dengan pihak-pihak swasta untuk promosi, maupun dalam membantu izin usaha dan sertifikasi produk-produk UKM.

Lihat juga...