Pedagang Bendera Musiman asal Garut Banjiri Lampung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG -Jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 pedagang musiman bendera mulai marak di sejumlah titik.

Hasan, salah satu warga Garut yang mencoba peruntungan di Jalan Lintas Sumatera

Saprudin, salah satu pedagang bendera mengaku sudah sejak lima tahun silam mencoba peruntungan dengan berjualan bendera.

Pada hari biasa Saprudin mengaku bekerja sebagai buruh harian lepas alias pekerja serabutan. Bersama sejumlah warga asal Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat ia memilih merantau ke Lampung.

Setidaknya ada sebanyak sepuluh orang yang berjualan asesoris bendera di Lampung. Selebihnya memilih berjualan ke provinsi Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Perayaan HUT RI diakuinya kerap identik dengan pernak pernik bendera merah putih. Peluang permintaan yang tinggi tersebut membuat bisnis penjualan bendera merah putih dan sejumlah perlengkapan lain menjadi sumber mencari nafkah baginya.

Sejak awal Juli ia memilih berjualan di Jalan Basuki Rahmat, Bandarlampung. Ia sengaja hijrah dari kampung halamannya dengan harapan memperoleh keuntungan dari berjualan bendera dan sejumlah asesoris.

“Sebagai buruh serabutan peluang untuk berjualan pernak pernik bendera merah putih saya ambil dari bos yang ada di Garut. Lalu saya jual di Lampung dengan harapan memperoleh keuntungan,” terang Saprudin saat ditemui Cendana News di Bandarlampung, Sabtu (27/7/2019).

Saprudin menyebut menyiapkan modal berjualan berbagai pernak pernik bendera untuk peringatan HUT RI ke-74 sejak bulan Juni silam. Bermodalkan sekitar Rp10 juta sebagai modal awal untuk mendapat pasokan bahan untuk dijual dari sang bos ia mengaku, lokasi strategis merupakan ladang mencari rejeki.

Sebab lokasi strategis yang menjadi perlintasan masyarakat mudah dilihat bagi yang memerlukan bendera.

Saprudin menyebut berjualan bendera dan segala asesoris untuk kemeriahan HUT RI menjadi sumber penghasilan baginya setiap tahun sebagai pedagang musiman.

Beberapa jenis perlengkapan untuk kemeriahan HUT RI yang kerap dijual Saprudin dominan berupa bendera merah putih berukuran kecil dan besar.

Selain bendera merah putih berbagai ukuran ia juga menjual beberapa perlengkapan lain diantaranya umbul-umbul, bandir, dan background.

Berbagai jenis asesoris tersebut dijual satu pekan sebelum bulan Agustus untuk masyarakat umum dan sejumlah instansi.

Antisipasi berjualan jauh-jauh hari dilakukan untuk mendapatkan banyak pembeli. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya Saprudin mengaku berhasil menjual sebanyak 200 kodi asesoris.

Barang-barang yang dijual diantaranya sebanyak 60 kodi umbul umbul, sebanyak 30 kodi bandir, sebanyak 40 kodi bendera berbagai ukuran dan sebanyak 290 helai background.

“Harga yang dijual cukup bervariasi sesuai jenis dan ukuran sekaligus bahan dasar bendera sesuai kebutuhan masyarakat,” cetusnya.

Saprudin menyebut, harga bendera sesuai ukuran dari mulai 90 cm, 120 cm,150 cm hingga 170 cm dijual dengan harga Rp20.000 hingga Rp50.000 per helai. Selain itu bandir berlambang Garuda dijual dengan harga Rp35.000, umbul-umbul Rp25.000, background Rp150.000 hingga Rp650.000 sesuai ukuran dan jenis bahan.

Bahan untuk bendera dan asesoris lain diakuinya umumnya terbuat dari kain satin abutai dan sebagian jenis parasut biasa.

Berkat hasil berjualan bendera dan berbagai asesoris lain Saprudin menyebut pada tahun 2018 dirinya berhasil memperoleh omzet sekitar Rp60 juta dengan modal sekitar Rp10 juta ditambah operasional lain dirinya bisa mendapat keuntungan bersih hingga Rp10 juta.

Pada tahun ini ia berharap omzet bisa lebih banyak karena sebagian warga juga menggelar sejumlah perlombaan.

Pelanggan tetap bendera disebut Saprudin umumnya berasal dari instansi pemerintah dan perseorangan. Jenis bahan kualitas bagus berupa satin abutai membuat bendera bisa awet bertahan hingga 5 tahun dan jenis kain parasut biasa bertahan hanya 2 tahun.

Sejumlah instansi yang ingin terlihat meriah bahkan kerap mengganti asesoris setiap tahun.

“Kalau masyarakat umum kerap membeli bendera dan umbul-umbul, instansi biasanya selalu membeli baru untuk background dan bandir,” terang Saprudin.

Pada masa pertama berjualan Saprudin mengaku masih sepi dan diprediksi akan ramai memasuki bulan Agustus. Meski demikian tetap masih banyak pengendara yang berhenti dan membeli bendera untuk asesoris kendaraan.

Ia masih memiliki waktu hingga tanggal 16 Agustus mendatang sehingga dirinya terpaksa mengontrak di salah satu rumah warga selama mencari peruntungan berjualan bendera hampir satu bulan.

Astuti membeli bendera merah putih yang dijual Saprudin warga asal Garut, Jawa Barat yang berjualan di Jalan Basuki Rahmat Bandarlampung, Sabtu (27/7/2019) – Foto: Henk Widi

Astuti, salah satu pembeli bendera mengaku sengaja membeli bendera untuk mengganti bendera lama. Ia bahkan membeli dua bendera yang satunya akan ditempatkan di rumah sang anak.

Selain bendera tiga umbul-umbul motif gambar garuda sengaja dipilihnya untuk menghias halaman saat perayaan HUT RI ke-74 mendatang. Pilihan corak dan warna umbul-umbul disebutnya semakin menambah semarak saat ditiup angin dan kerap dipajang dengan tiang bambu.

“Sebagai warga negara kemeriahan ulang tahun kemerdekaan kerap ditandai dengan pemasangan umbul-umbul, bendera serta asesoris lain,” cetus Astuti.

Hasan, salah satu warga Garut yang mencoba peruntungan di Jalan Lintas Sumatera , Sabtu (27/7/2019) – Foto: Henk Widi

Pedagang lain bernama Hasan, asal Garut mengaku ia melakukan penjualan di sekitar Jalan Lintas Sumatera.

Penjualan diakuinya dilakukan dengan sistem kerjasama sebab saat ia kehabisan bahan untuk dijual maka bisa mendapat kiriman dari rekan lainnya.

Berjualan asesoris bendera disebutnya menjadi pilihan selama satu bulan sebelum 17 Agustus tiap tahun. Meski hanya berjualan musiman ia mengaku mendapat keuntungan yang bisa digunakan untuk keluarganya.

Terlebih pada tahun ajaran baru ia membutuhkan biaya bagi anaknya yang bersekolah di Garut.

Lihat juga...