hut

Pemain Judi di Pilkades Serentak Ditindak Tegas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Praktik judi dalam perhelatan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di Kabupaten Banyumas yang siap dilaksanakan 23 Juli mendatang, akan ditindak tegas.

Jajaran Polres Banyumas hingga saat ini sudah melakukan identifikasi terhadap para bebotoh atau pelaku judi yang biasanya turun dalam pilkades.

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK, mengatakan, keberadaan para bebotoh judi ini berpotensi untuk mempengaruhi situasi kamtibmas, sehingga pihaknya merasa perlu untuk menindak tegas. Aktivitas judi bisa memicu konflik dan kekisruhan lebih lanjut.

“Kita sudah mulai mengumpulkan informasi dari masyarakat, tentang turunnya bandar-bandar judi. Wilayah-wilayah yang berpotensi didatangi juga sudah kita petakan, antisipasi sedini mungkin kita lakukan, dengan mengerahkan para kapolsek serta bhabinkamtibmas di tiap-tiap desa,” kata Kapolres, Senin (1/7/2019).

Para bebotoh judi biasanya akan bermunculan pada saat menjelang pelaksanaan pilkades. Peran mereka seringkali ikut menentukan siapa calon pemenang pilkades, karena mereka akan ikut berupaya untuk membuat jagonya menang.

Sementara itu, terkait bentuk-bentuk kerawanan lainnya, Polres Banyumas juga sudah memetakan kerawanan per desa yang akan menggelar pilkades.

Total ada 257 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak. Untuk pengamanan, Polres Banyumas akan dibantu dari tiga polres tetangga, yaitu Polres Purbalingga, Cilacap dan Kebumen. Total penambahan personel untuk pengamanan dari luar Banyumas ada 180 orang.

“Mengingat cukup banyak desa yang akan menggelar pilkades serentak, maka kita perlu back up dari polres lain. Karena semua desa harus ada pengamanan melekat pada saat hari H pelaksanaan, minimal satu desa ditempatkan 5-8 personel,” terang Kapolres.

Kapolres juga sudah memerintahkan para kapolsek dan bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan dan komunikasi dengan para calon kades serta tim suksesnya.

Pintu komunikasi perlu dibuka selebar-lebarnya, supaya jika ada masalah, para tim sukses atau pun calon kades terbiasa berkomunikasi dengan penegak hukum. Sehingga antisipasi pengamanan bisa dilakukan sejak awal.

“Di Kecamatan Cilongok misalnya, ada 19 desa yang melaksanakan pilkades serentak, tentu harus mendapat pengamanan ekstra, karena lokasi antardesa berdekatan, begitu pula di Kecamatan Sumbang,” jelasnya.

Selain pengamanan stasioner per desa, Kapolres juga menginstruksikan untuk melakukan patroli gabungan untuk mengantisipasi munculnya gesekan antarpendukung calon kades.

 

Lihat juga...