Pembuatan Siring Beton di Penajam untuk Pemulihan Longsor

PENAJAM — Pembuatan siring beton untuk pemulihan bencana longsor di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kemajuan pengerjaannya baru mencapai sekitar 75 persen.

Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila mengatakan, pembuatan siring merupakan pemulihan peristiwa longsor yang terjadi pada 11 Mei 2019.

“Kemajuan pengerjaan siring beton di lokasi longsor SD Negeri 017 Desa Bukit Raya itu baru mencapai sekitar 75 persen,” katanya saat ditemui, Selasa (9/7/2019).

Dengan capaian pengerjaan siring beton yang baru mencapai sekitar 75 persen tersebut, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara memperpanjang masa status darurat bencana tanah longsor di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku tersebut.

Pembuatan siring beton sebagai antisipasi terjadinya longsor susulan di Desa Bukit Raya itu, menurut Nurlaila, masuk dalam tahap penyelesaian. “Pengerjaan pembuatan siring beton tinggal pengecoran trap siring mulai dari titik nol hingga 15 meter,” katanya.

Namun, untuk melakukan pengecoran siring model anak tangga tersebut membutuhkan waktu tambahan minimal antara tujuh hingga 10 hari.

“Untuk itu kami minta perpanjangan status tanggap darurat bencana longsor di Desa Bukit Raya, yang sebelumnya ditetapkan berakhir pada hari ini (Selasa 9/7),” ujarnya.

Pengerjaan pengecoran siring di SD Negeri 017 Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku tersebut, dilakukan sepanjang 15 meter dengan konstruksi cor beton menyeluruh.

Teknik pembuatan siring beton itu sebagian menggunakan undak-undakan atau anak tangga (trap) karena dari titik nol hingga 15 meter struktur tanah rawan bergeser.

Anggaran pembangunan siring beton di lokasi bencana tanah longsor Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku tersebut, bersumber dari belanja tidak terduga dengan anggaran kurang dari Rp530 juta. (Ant)

Lihat juga...