hut

Pemerataan Sekolah di Bekasi Belum Maksimal

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengakui daya tampung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Bekasi hanya mencapai 27 persen. Hal tersebut karena keterbatasan pemerataan sekolah yang belum maksimal. 

“Potensi peserta didik baru masuk ke sekolah swasta masih tinggi, ada sekira 60 persen lagi dari jumlah kelulusan sekolah dasar,” ungkap Tri Adhianto, menjawab kegelisahan pengelola sekolah swasta yang khawatir tidak mendapatkan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020, Kamis (11/7/2019).

Diakuinya, bahwa kemampuan Pemerintah Kota Bekasi dalam menyiapkan sarana pendidikan masih terbatas. Sehingga masih ada 2/3 persen usia masuk SMP di Kota Bekasi masih belum bisa ditampung.

Menururnya, banyak juga sekolah menengah pertama swasta di tingkat Kota Bekasi sudah tidak menerima peserta didik, karena sudah penuh. Namun demikian, pemerintah tetap akan memperhatikan soal sekolah swasta di Kota Bekasi.

Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi –Foto: M Amin

“Pemerintah tidak mengesampingkan sekolah swasta yang ada di Bekasi. Pemkot Bekasi, menjalankan apa yang menjadi amanat dari Kemendikbud, seperti regulasi itu yang dijalankan,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa Pemkot Bekasi melihat kebutuhan dasar dari warga masyarakatnya, terutama terkait dengan sekolah gratis dan kesehatan gratis dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Untuk itu, kembali Tri menegaskan, bahwa sekolah swasta di Bekasi tak perlu cemas. Karena potensi masih banyak. Dengan sistem kemampuan sekolah seperti penyebaran sekolah di Bekasi belum merata, banyak pemukiman yang jauh dari lokasi sekolah yang belum bisa ditampung.

Tri dalam kesempatan itu menjawab terkait penggabungan sejumlah sekolah dasar (merger) di wilayah setempat. Dia mengatakan, bahwa merger dilakukan dalam rangka efisiensi dan efektivitas sekolah.

“Soal merger itu kan intinya tidak akan mengurangi kualitas mutu sekolah. Upaya merger untuk efisiensi dan efektivitas sekolah dasar secara kapasitas yang tidak memungkinkan, akan dijadikan satu,” paparnya.

Ia menegaskan, tidak ada pengurangan, terutama kepada mutu kualitas sekolah. Merger untuk memberikan solusi perbaikan kepada sekolah dasar di Kota Bekasi.

Merger adalah upaya pemerintah dalam optimalisasi sekolah tidak akan berkurang berkualitas, karena untuk penyesuaian dengan kapasitas SMP yang tersedia,” jelasnya.

Diketahui, bahwa jumlah kelulusan SD masuk ke SMP di Kota Bekasi pada 2019 mencapai 34 ribuan. Sementara daya tampung SMP Negeri di Bekasi hanya berkisar 14 ribuan.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com