hut

Pemilik yang Tidak Mau Anjingnya Divaksin Perlu Dikenakan Sanksi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Banyaknya kasus anjing di kabupaten Sikka yang tertular rabies membuat masyarakat kabupaten Sikka was-was dan cemas. Warga meminta agar pemilik membiarkan anjingnya dilakukan vaksin anti rabies agar tidak menyebabkan korban.

Maria Astri kakak kandung almarhum Rikardus Laka (29) warga desa Hoder yang meninggal dunia akibat digigit anjing rabies. Foto : Ebed de Rosary

“Kami masyarakat selalu was-was dan cemas kalau anjing rabies masih berkeliaran bebas di kabupaten Sikka. Kita berharap agar pemerintah secara tegas menindak pemilik anjing yang tidak mau anjingnya divaksin,” tegas Patrisius Nong, warga kota Maumere, Jumat (9/7/2019).

Dikatakan Patris, Pemerintah Kabupaten Sikka telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan Rabies. Tetapi dalam kenyataannya, banyak yang belum mengetahui adanya Perda tersebut dan menaatinya.

“Harus ada tindakan tegas kepada pemilik hewan penular rabies seperti anjing, apalagi korban gigitan meninggal dunia. Pemilik anjing dan hewan penular rabies yang tidak mau divaksin hewannya harus diberi sanksi tegas juga,” sarannya.

Yuliana Yus warga desa Hoder kecamatan Waigete pun sepakat. Dirinya meminta agar pemilik anjing harus bersedia anjingnya divaksin anti rabies karena bila menggigit orang maka pemilik anjing akan mendapatkan masalah besar.

“Kalau di desa biasanya ada sanksi adat apabila korban gigitan dirawat di rumah sakit. Selain menyediakan biaya perawatan korban gigitan, juga pemilik anjing harus membawa babi, beras dan lainnya apabila korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Yus mengaku dirinya pun takut karena memelihara anjing. Dirinya bersyukur ada petugas dinas Pertanian yang datang ke rumah-rumah melakukan vaksin terhadap hewan penular rabies seperti anjing meskipun banyak warga yang masih enggan anjingnya divaksin.

“Pemerintah harus menyediakan vaksin dan vaksin harus rutin dilakukan. Banyak warga yang tidak mau anjingnya divaksin harus diambil tindakan tegas agar jangan sampai anjing tersebut menularkan virus rabies kepada anjing lainnya,” harapnya.

Maria Astri, kakak kandung almarhum Rikardus Laka (29) yang meninggal dunia akibat digigit anjing rabies milik Martinus Moa warga dusun Likot desa Hoder kecamatan waigete juga mengaku kecewa, pemilik anjing tidak dihukum.

“Kami kecewa karena pemilik anjing tidak mendapatkan sanksi. Pihak polisi datang ke rumah dan memberitahukan bahwa tidak bisa menjerat pemilik anjing yang membuat adik saya meninggal dunia,” sebut Maria Astri,

Sampai saat ini pun kata Astri, pemilik anjing tidak pernah berkomunikasi dengan keluarganya untuk bertanggungjawab. Padahal pemilik anjing sebutnya, mengetahui bahwa anjingnya terkena rabies karena setelah digigit anjingnya langsung mati.

Lihat juga...