hut

Pemkot Bekasi Evaluasi Keberadaan Sekolah Swasta 

Editor: Mahadeva

BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengevaluasi keberadaan sekolah swasta di daeranya. Hal tersebut dilakukan setelah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 selesai dilakukan.

Inayatullah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi – Foto M Amin

“Diknas akan evaluasi sekolah swasta terutama yang mengalami kendala susah mendapatkan peserta didik baru,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat, Inayatullah, Kamis (18/7/2019).

Sekolah swasta yang kesulitan mendapatkan peserta didik baru, karena faktor kepercayaan. Nantinya, setelah evaluasi, Pemerintah Kota Bekasi akan meyusun regulasi yang mengatur proses pendidikan secara menyeluruh.  Termasuk keberadaan sekolah negeri dalam penerimaan peserta didik baru.

Inaya mengaku prihatin, dengan turunnya jumlah peserta didik baru yang masuk ke sekolah swasta. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui letak kekeliruan dan permasalahan, apakah dari manajemen sekolah atau persoalan lainnya. “Evaluasi tersebut untuk, mengeluarkan regulasi yang tepat, terkait pembangunan sekolah baru. Sehingga sistem pendidikan bisa terpola,” tandasnya.

Keberadaan sekolah swasta terutama jenjang SMP di Kota Bekasi cukup menjamur. Tercatat ada lebih dari 200 SMP di kota tersebut.  Kepala Seksi SMP, Disdik Kota Bekasi, Mawardi, menyatakan hal serupa. Dinas akan mengevaluasi keberadaan sekolah swasta, yang diawali dengan sosialisasi dan verifikasi.

Mawardi mengaku heran, karena ada sekolah swasta di Bekasi yang hanya menerima siswa baru tidak lebih dari 10 anak. Di satu sisi, menurutnya, ada ribuan calon siswa yang tidak terserap di sekolah negeri. Pada jenjang SMP, jumlah SMP Negeri di Kota Bekasi cuma sanggup menampung 30 persen lulusan SD. Artinya, di atas kertas, masih ada 70 persen lulusan SD yang tersisa dan berpotensi terserap ke sekolah swasta.

Data menyebut, ada sekira 44 ribu anak lulusan SD dan madrasah di Kota Bekasi di 2019.  Dari jumlah tersebut, yang diterima di SMP Negeri sekira 15 ribu-an siswa. Sehingga sebenarnya masih cukup banyak anak yang belum diterima sekolah. “Jumlah lulusan SD yang mendaftar di SMP Negeri mencapai 21.793 anak pada 57 SMP Negeri Kota Bekasi. Sedangkan daya tampung hanya sanggup menyediakan kursi bagi 14.534 anak,” tandas Mawardi.

Data BMPS Kota Bekasi, ada tiga SMP di Kota Bekasi yang hanya mendapatkan peserta didik baru tidak lebih dari 10 anak. Diantaranya SMP Darun Nurjati dengan sembilan siswa baru, SMP Tunas Harapanjaya dengan tiga siswa bar dan SMP Pangeran Jayakarta dengan enam siswa bar.

Lihat juga...