hut

Pemprov Bali Menangkan Gugatan Aturan Sampah Plastik di MA

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali patut lega. Pasalnya permohonan uji materi terhadap Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 yang mengatur tentang timbunan sampah plastik ditolak oleh MA.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengatakan, permohonan uji materi terhadap Pergub Bali tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik sekali pakai dilakukan oleh tiga pihak yakni Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Didie Tjahjadi (pelaku usaha perdagangan barang dari kantong plastik), dan Agus Hartono Budi Santoso (pelaku usaha industri barang dari plastik).

Menurut Koster, hasil permusyawaratan hakim di MA tanggal 3 Mei 2019 memutuskan dan dituangkan dalam putusan MA No. 29 P/HUM/2019. Amar putusannya berbunyi dengan tegas yakni menolak permohonan keberatan hak uji materi dari pemohon yaitu ADUPI, dan dua pihak lainnya serta menghukum para pemohon membayar biaya perkara sebesar Rp 1 juta.

“Majelis hakim dari Mahkamah Agung (MA) terdiri dari H Supandi (Ketua), H. Yulius, H. Yodi Martono Wahyunadi menilai, banyak pertimbangan hukum untuk menolak permohonan uji materi tersebut. Salah satunya adalah Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbunan sampah plastik sekali pakai, tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi di atasnya,” ujar Koster saat menggelar press conference bersama awak media di Denpasar, Kamis (11/7/2019) sore.

Koster menambahkan, peraturan lebih tinggi yang dimaksud antara lain UU No 39 Tahun 1999 tentang Ham, juncto UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengolahan sampah juncto UU No 12 Tahun 2012 pembentukan peraturan perundang-undangan, juncto UU No 30 Tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan.

Selain mengumumkan kemenangan permohonan uji materi di MA, Koster juga mengundang secara resmi seluruh pihak yang mendukung penolakan uji materi mulai dari LSM lingkungan hidup, pemerintah pusat, aktivis lingkungan hidup dari berbagai negara di dunia, dan para pemerhati kebijakan publik.

“Kita mendapat banyak dukungan dari semua pihak terkait. Maka Pemprov Bali akan mengundang para pendukung yakni tepat pada hari jadi Pemprov Bali tanggal 14 Agustus 2019 untuk dijamu secara khusus. Mereka telah melakukan dukungan, baik langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Koster juga meminta kepada semua pemerintah daerah di Indonesia agar tidak perlu takut menyusun peraturan sejenis karena Bali dan beberapa wilayah lainnya sudah memenangkan gugatan tersebut.

Usai memenangkan gugatan ini, diharapkan rakyat Bali segera secara konsekuen dan dengan kesadaran yang tinggi melaksanakan Pergub tersebut.

“Saya berharap daerah lainnya di Indonesia segera menyusun aturan yang sama. Bali bisa menjadi referensi. Mari kita membuat lingkungan Indonesia ini sehat, bersih, terlindung dari unsur sampah plastik,” tandasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com