hut

Penahanan Tiga Tersangka Suap Perkara di Kejati DKI Diperpanjang KPK

Mantan Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto (AGW), salah satu tersangka suap terkait perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta - Foto Ant

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang masa penahanan tiga tersangka kasus suap perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Dilakukan perpanjangan penahanan pertama selama 40 hari, untuk tiga tersangka tindak pidana korupsi suap terkait perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (17/7/2019).

Tiga tersangka itu, yakni Alvin Suherman (AVL), seorang pengacara. Penahanannya diperpanjang dari 19 Juli sampai 27 Agustus 2019. Kemudian, Sendy Perico (SPE), pihak swasta atau pihak yang berpekara. Masa penahanannya diperpanjang mulai 20 Juli sampai 29 Agustus 2019.

Kemudian, mantan Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Agus Winoto (AGW), yang masa penahanannya diperpanjang mulai 19 Juli sampai 27 Agustus 2019. Dalam konstruksi perkara dijelaskan, tersangka Sendy melaporkan pihak lain yang menipu dan melarikan uang investasinya sebesar Rp11 miliar.

Sebelum tuntutan dibacakan, Sendy dan Alfin telah menyiapkan uang untuk diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum. Uang ini diduga ditujukan untuk memperberat tuntutan kepada pihak yang menipunya.

Saat proses persidangan tengah berlangsung, Sendy dan pihak yang dituntutnya memutuskan untuk berdamai. Setelah proses perdamaian rampung, pada 22 Mei 2019, pihak yang dituntut meminta kepada Sendy agar tuntutannya hanya satu tahun. Alfin kemudian melakukan pendekatan kepada Jaksa Penuntut Umum melalui seorang perantara. Sang perantara kemudian menginformasikan kepada Alfin bahwa rencana tuntutannya adalah selama dua tahun.

Alfin kemudian diminta menyiapkan uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian jika ingin tuntutannya berkurang menjadi satu tahun. Kemudian, Alfin dan Sendy menyanggupi permintaan tersebut, dan berjanji menyerahkan syarat-syarat tersebut pada Jumat (28/6/2019). Pasalnya, pembacaan tuntutan akan dilakukan pada Senin (1/7/2019).

Pada Jumat (28/6/2019) pagi, Sendy menuju sebuah bank dan meminta Ruskian Suherman, pihak swasta, mengantar uang ke Alfin di sebuah pusat perbelanjaan di Kelapa Gading. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, Sukiman Sugita, dan seorang pengacara, mendatangi Alfin di tempat yang sama untuk menyerahkan dokumen perdamaian.

Setelah itu, masih di tempat yang sama, pada pukul 12.00 WIB, Ruskian mendatangi Alfin, untuk menyerahkan uang Rp200 juta yang ia bungkus dalam sebuah kantong kresek berwarna hitam. Selanjutnya, Alfin menemui Yadi Herdianto, selaku Kasubsi Penuntutan Kejati DKI Jakarta di kompleks perbelanjaan yang sama, untuk menyerahkan kantong kresek berwarna hitam yang diduga berisi uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian.

Setelah diduga menerima uang, Yadi menuju Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menggunakan taksi. Dari Yadi, uang diduga diberikan kepada Agus Winoto, sebagai Aspidum Kejati DKI yang memiliki kewenangan untuk menyetujui rencana penuntutan dalam kasus tersebut. (Ant)

Lihat juga...