hut

Penampilan “Spirit of The Hornbill” di RWMF 2019 Memukau Pengunjung

Tim tari tradisional Dayak, Spirit of Hornbill yang berasa dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah memukau pengunjung pada penampilan perdananya di Rainforest World Music Festival (RWMF) 2019 yang dilaksanakan di Sarawak, Malaysia - Foto ant

SARAWAK – Tim tari tradisional Dayak, Spirit of Hornbill yang berasal dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, memukau pengunjung di Rainforest World Music Festival (RWMF) 2019. Penampilan tersebut menjadi penampilan perdana di Sarawak, Malaysia.

Memulai debut perdananya di panggung internasional pada ajang RWMF 2019, Spirit of Hornbill yang beranggotakan 11 orang penari, membawakan Tarian Mandau Talawang. Sebuah tari, yang mengisahkan kehebatan prajurit Suku Dayak (Ngaju) Pedalaman Kalimantan, yang memiliki semangat juang prajurit Dayak dalam membela Tanah Air, harkat, dan martabat.

Tari tersebut memperlihatkan keahlian prajurit Suku Dayak Pedalaman Kalimantan, dalam memainkan atau menggunakan senjata khas mereka. Penggunaan senjata baik untuk menghadapi musuh maupun binatang buas. “Tari Mandau Talawang berasal dari dua buah kata yaitu Mandau yang merupakan Senjata Khas Suku Dayak dan Talawang yang merupakan Perisai atau Tameng Pelindung,” kata Ketua Tim tari Spirit of the Hornbill, Siti Habibah, Sabtu (13/7/2019).

Pada pementasan di panggung utama RWMF 2019, terlihat decak kagum dan antusias dari pengunjung. Setiap hentakan musik dalam tarian tim Spirit of the Hornbill, selalu mendapat tepuk tangan dan sorakan meriah dari para penonton yang berasal dari berbagai negara tersebut.

“Ini merupakan penampilan perdana kami di luar Indonesia, dan kami tidak menyangka mendapat sambutan yang luar biasa. Di sini, kami benar-benar merasa dihargai dan kami diperlakukan seperti artis internasional dan ini menjadi pengalaman yang benar-benar luar biasa bagi kami,” kata Siti.

Salah satu pengunjung RWMF 2019, Riri, yang berasal dari Kuala Lumpur mengatakan, dari beberapa pertunjukan yang ditampilkan, dirinya paling menyukai penampilan dari Spirit of the Hornbill.

“Saya biasa melihat tarian Dayak yang ada di Malaysia, tapi saya lihat penampilan Spirit of the Horbill ini sedikit berbeda, terutama pada gerak langkah kakinya. Lebih-lebih kita lihat tidak hanya lelaki yang memegang pedang dan perisai pada saat tarian, tetapi perempuan juga dan ini terlihat luar biasa,” kata mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kuala Lumpur, tersebut.

Ketua Tim tari Spirit of the Hornbill, Siti Habibah, menyebut, tim yang dibawanya sangat senang dan bangga bisa membawa nama daerahnya dan Indonesia pada festival intrenasional. Menurutnya, kesempatan langka itu didapat atas peran Pemkot Palangkaraya, yang mempromosikan dan terus mendukung mereka selama ini. (Ant)

Lihat juga...