hut

Pengacara Serang Hakim, MA Sesalkan Pencideraan Lembaga Peradilan

Editor: Mahadeva

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah - Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menyesalkan, tindakan penyerangan hakim yang bertgas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sebelumnya, seorang pengacara berinisial D, memukul hakim Pengadilan Jakarta Pusat (PN Jakpus) di persidangan. Pengacara itu diketahui sebagai kuasa hukum pengusaha nasional Tomy Winata.

“Mahkamah Agung (MA) sangat menyesalkan tindakan atau perbuatan yang terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Karena tindakan atau perbuatan tersebut merupakan hal yang menciderai lembaga peradilan dan merupakan contempt of court,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, Kamis (18/7/2019) malam.

Semua pihak disebut Abdullah, wajib menjunjung tinggi etika profesi masing-masing. Hakim harus patuh pada kode etik hakim, panitera harus patuh kepada kode etiknya, jaksa harus patuh pada kode etik. Dan advokat juga harus patuh pada kode etiknya.

“Masalah peradilan tidak hanya hakim dan aparat pengadilan saja, tetapi semua pihak yang berada di dalam ruang pengadilan atau ruang persidangan harus menghormatinya. Karena semua punya kode etik masing-masing yang harus dijaga dan dihormati,” tandasnya.

Abdullah menyebut, perbutan yang dilakukan advokat dengan memukul hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tidak saja bertentangan dengan kode etik. Tetapi sudah masuk ranah tindak pidana.

“Persidangan merupakan tempat yang sakral dan semua pihak harus menghormati persidangan. Dalam hal ada pihak yang belum bisa menerima putusan hakim, cukup menyampaikan pikir-pikir atau langsung menyatakan upaya hukum banding. Itulah etika persidangan menurut hukum,” ungkapnya.

Lebih jauh Abdullah menyebutkan, dalam rekaman persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tampak sangat jelas persiapan yang dilakukan pelaku untuk melakukan perbuatannya. Ketika hakim membacakan putusan, pada saat itu pengacara menyerang hakim yang menjalankan tugasnya.

“Dari rekaman persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terlihat jelas persiapan pelaku sampai perbuatan tersebut dilakukan. Pada saat hakim membacakan putusannya, yaitu hakim diserang pada saat menjalankan jabatannya,” sebutnya.

Penyerangan tersebut, dalam perkara perdata nomor 223/pdt.G/2018/PN Jakpus. “Antara TW selaku penggugat melawan PT PWG dkk selaku tergugat,” kata Pejabat Humas PN Jakpus, Makmur. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!