hut

Penggunaan Eks Makodim Kalideres untuk Pencari Suaka di Diperpanjang

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Persoalan mengenai situasi dan kondisi para pencari suaka sudah dilaporkan Pemprov DKI Jakarta ke tingkatan nasional.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri, menyebut, solusi untuk masalah tersebut akan dibahas oleh Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat.

Saat ini disebut Taufan, Pemprov DKI akan memperpanjangan izin tinggal pencari suaka di Gedung Eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta belum mendapatkan lokasi penampungan baru.

“Kalau memang kondisinya masih mereka butuh, kita pasti perpanjang lagi sambil mencari lokasi yang layak bagi mereka. Ini sudah ditarik ke tingkat nasional, saya sudah lapor ke Menkopolhukam dan ke Staff Kepresidenan. Ini kita diundang rapat di staff kepresidenan,” ujar Taufan, Rabu (17/7/2019).

Terkait penolakan warga Kalideres terhadap keberadaan pencari suaka, Taufan menyebut, pemerintah telah melakukan pendekatan dengan lurah dan camat. Warga diberi pemahaman, mengenai Peraturan Presiden (Perpres) No.125/2016, tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. “Menyadari bahwa ini juga penting, dunia internasional akan menyorot. Yang meminta bantuan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa),” tandasnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri – Foto Lina Fitria

Taufan menyebut, Dirinya paham kenyamanan warga pasti terganggu dengan keberadaan para migran. Namun, diharapkan warga bisa memamhi bahwa mereka harus saling membantu. “Suatu hari kalau kita terjadi gempa atau banjir, yang kira-kira kita nggak harap parah ya, pemerintah internasional bantu kita juga,” tandas Taufan.

Meski begitu, Taufan tidak bisa memastikan anggaran yang diberikan Pemprov DKI Jakarta untuk para pencari suaka. Yang pasti, Dinas Sosial DKI Jakarta akan membantu sesuai arahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah. “Yang pasti Dinas Sosial akan mengcovernya sesuai perintah Pak Sekda, membantu mereka,” tandasnya.

Terkait keluhan fasilitas serta sarana-prasarana pengungsian bagi para pencari suaka di gedung bekas Komando Militer (Kodim) Kalideres, Jakarta Barat. Pemprov DKI Jakarta disebutnya, masih terus memperbaiki. ”Saat ini perkembangannya cukup baik, terutama untuk air bersih, serta genset juga bekerja,” tandasnya.

Tambahan air bersih, terus dilakukan secara bertahap, dengan volume yang sebelumnya hanya satu hingga dua tangki, diperbanyak menjadi dua buah tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Untuk listrik terutama di malam hari, Taufan berharap PLN juga bisa segera turun tangan, meninjau keberadaan instalasi listrik di bangunan yang sudah cukup lama berdiri tersebut, sehingga keamanan pengungsi pencari suaka juga terjaga.

Dbagian lain, hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta masih menunggu arahan dari UNHCR, terkait durasi waktu para pengungsi suaka akan tinggal di gedung bekas Kodim Kalideres, Jakarta Barat.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen, mengatakan, seluruh kebutuhan pengungsi, seperti makanan, minuman, air bersih, tim medis, obat-obatan, bahkan kebersihan tempat tinggal selama berada di tempat penampungan adalah tanggung jawabnya.

Sementara, sejumlah pengungsi pencari suaka di gedung bekas Kodim Kalideres, Jakarta Barat mengeluhkan keadaan toilet yang tidak memadai untuk membersihkan diri. ”Air bersih ada, namun untuk mandi, juga susah. Toilet jongkoknya sangat rendah, untuk mengambil airnya juga susah,” ujar Zen.

Selain toilet, hal lain yang mereka rasa perlu perhatian khusus adalah soal kesehatan, terutama kesehatan kulit mereka yang cukup banyak dihiasi bentolan merah karena nyamuk, alergi, atau pengaruh cuaca.

Lihat juga...