hut

Pengrajin Batik Perlu Tingkatkan Kreativitas untuk Berdaya Saing

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

SAMARINDA — Untuk berdaya saing dalam kancah nasional maupun internasional, para pelaku pengrajin batik di Provinsi Kalimantan Timur harus meningkatkan kreativitas dan inovasi agar produk-produk batiknya. Apalagi Kabupaten dan Kota sudah memiliki ciri khas masing-masing.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim Norbaiti Isran Noor saat memberikan kata sambutan dalam sarasehan Sinergi Pengembangan Pembinaan Industri Kaltim di Balikpapan, Selasa (23/7/2019)

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim, Hj Norbaiti Isran Noor menjelaskan, produk batik dari berbagai daerah di Kaltim sebenarnya mampu bersaing dengan produk sejenis dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saat saya ke Berau, semuanya pakai penyu. Artinya pengrajin batik disana memilih motif penyu untuk dikenal,” ucapnya.

Bukan hanya Berau, kabupaten dan kota lain juga memiliki kekhasan masing-masing, seperti Samarinda dengan kain sarung tenunnya, Kutai Kartanegara dengan batik gasing, dan lain sebagainya.

“Kita hanya perlu meningkatkan kreativitas dan inovasi agar produk-produk batik kita lebih berdaya saing, para perajin batik juga semakin sejahtera dan ekonomi Kaltim secara umum akan terus tumbuh positif,” jelas Norbaiti, Selasa (23/7/2019).

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltim Fuad Assadin, para pengrajin atau pelaku UKM dituntut lebih inovatif dalam memproduksi dan memasarkan usahanya. Inovasi haruslah disesuaikan dengan kondisi sekarang yang mayoritas konsumennya kaum milenial yang melek informasi teknologi.

“Pelaku UKM harus membangun jejaring pemasaran, menggunakan aplikasi-aplikasi khusus untuk memudahkan marketingnya tidak di lokal saja tetapi internasional”.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan, dalam meningkatkan usaha koperasi UKM di Kaltim penyaluran dana bergulir terus dilakukan. Hanya saja, Kaltim masih minim pelaku usaha yang mengajukan pinjaman ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDBP). Sehingga pihaknya melakukan jemput bola.

“Kehadiran kami di Kaltim ini dalam rangka bagaimana teman-teman koperasi dan UKM segera mengajukan dana bergulir kepada LPDB. Manfaatkan kesempatan ini betul-betul karena kesempatan ini langka,” ujar Braman Setyo.

Penyaluran dana bergulir di Kaltim sementara masih 320 miliar semenjak LPDB berdiri. Penyaluran di Kaltim menduduki posisi yang ke-11 dari 34 provinsi.

Lihat juga...