hut

Penguras, Profesi yang Dibutuhkan Nelayan di Badung

Editor: Mahadeva

BADUNG – Keberadaan penjaga perahu atau penguras, dibutuhkan nelayan yang ada di pesisir Kedonganan, Badung, Bali. Keberadaanya menjadi sangat dibutuhkan saat kondisi gelombang laut sedang tinggi.

Pak Su, salah seorang penjaga perahu atau penguras di Pantai Kedonganan, Badung, Bali.-Foto: Sultan Anshori, Senin (29/7/2019) – Foto Sultan Anshori

Pak Su, salah seorang penjaga perahu di pantai Kedonganan menyebut, Dia menjalani profesi tersebut selama 15 tahun. Tugas utama pekerjaan tersebut adalah, melakukan pelayanan serta perawatan, pasca perahu digunakan untuk mencari ikan di tengah laut.

“Intinya, kami melakukan pelayanan baik kepada kebutuhan perahu dan kebutuhan anak buah kapal. Misalnya, perahu dibersihkan, menyuplai kebutuhan solar, termasuk kebutuhan pribadi anak kapal,” ujar Pak Su kepada Cendana News, Senin (29/7/2019).

Pria paruh baya tersebut mengatakan, penjaga tugas utamanya memastikan kondisi perahu dalam keadaan baik termasuk saat sedang musim angin barat seperti saat ini. Saat ini Dia sering harus bersiaga selama perahu di parkir dipinggir laut.

Jika tidak dijaga, menurut pria asal Muncar Banyuwangi tersebut, perahu bisa lepas dan terbawa gelombang hingga terbalik dan menghantam batu karang. “Sering kejadian seperti itu jika kondisi gelombang seperti sedang tinggu. Kalau tidak dijaga dan dirapikan, tali jangkarnya bisa lepas dari perahu. Akibatnya perahu terbawa gelombang dan rusak akibat menghantam batu karang,” jelasnya lebih lanjut.

Dibutuhkan kesabaran, keahlian, serta keberanian untuk menjalani profesi tersebut. Setidaknya ada 17 tanggung jawab yang harus dijalani. Sementara salary atau upah didapakan dengan sistem bagi hasil dengan bagian sebanyak 10 persen untuk dirinya. “Misalnya dapat ikan 100 kilogram, untuk saya 10 kilogram. Itu sudah kesepakatan antara saya dan pemilik perahu. Enak tidaknya tergantung kita yang menjalani mas. Tapi pekerjaan ini mengandung risiko pastinya,” tegas bapak tiga anak tersebut.

Pak Misto, penjaga perahu lain mengatakan, menjadi penjaga perahu harus pintar memahami kondisi alam. Harus tahu, kapan waktu datangnya gelombang besar, dan kapan gelombang kembali normal. Jika cuaca sedang buruk, ketinggian gelombang di pantai bisa mencapai empat hingga lima meter.

Lihat juga...