hut

Peningkatan Kapasitas Kelompok Pengawas Penting untuk Menjaga Laut

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LEWOLEBA – Muro merupakan salah satu kearifan lokal yang sejak lama berkembang di masyarakat pesisir Kabupaen Lembata dalam mengelola sumberdaya alam termasuk di kawasan pesisir dan laut. Muro merupakan daerah larangan bagi masyarakat untuk menangkap ikan.

Tujuan utama dari adanya wilayah Muro di laut adalah menjamin ketahanan pangan sekaligus melestarikan lingkungan untuk pemanfaatan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, maka pengawasan Muro sangat penting dilakukan.

Direktur Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat) Benediktus Bedil. Foto: Ebed de Rosary

“Pengawasan Muro dilakukan oleh salah satu unsur lembaga adat yang disebut Kapitan Sari Lewa.

Pengawasan berbasis adat ini efektif mengurangi praktik-praktik  merusak sumberdaya perikanan dan kelautan di kawasan Muro,” sebut direktur Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat) Benediktus Bedil, Senin (1/7/2019).

Peningkatan kapasitas Kapitan Sari Lewa kata Ben sapaannya, dapat dilakukan melalui pelatihan teknis pengawasan sumberdaya perikanan dan kelautan berbasis masyarakat dengan melibatkan anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) lain.

“Untuk itu kami bekerja sama dengan dinas Perikanan kabupaten Lembata, Pos Angkatan Laut, Pol Air Polres Lembata dan DKP Provinsi NTT, menggelar kegiatan pelatihan bagi Pokmaswas di Lewoleba tanggal 27 sampai 29 Juni kemarin,” sebutnya.

Kegiatan pelatihan ini kata Ben, diikuti oleh 20 peserta perwakilan dari 4 desa yakni Kolontobo di kecamatan Ile Ape, Lamatokan dan Lamawolo di kecamatan Ile Ape Timur serta Dikesare dan Tapobaran di kecamatan Lebatukan.

“Dengan pelatihan ini anggota Pokmaswas memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang sama dalam menjalankan fungsi pengawasan baik di lokasi muro maupun pada perairan umum yang ada di desa pesisir,” jelasnya.

Pokmaswas yang dilatih tambah Ben, merupakan kelompok yang terdiri dari beberapa unsur yakni dari lembaga adat desa, suku pengawas laut, nelayan dan kelompok pengawas laut dinas Perikanan kabupaten Lembata.

“Kegiatan pelatihan ini dimaksudkan untuk penguatan kapasitas Pokmaswas di 5 desa areal Muro. Selain materi-materi pengawasan wilayah laut dan pengetahuan tentang aturan-aturan formil, peserta juga melakukan simulasi pengawasan,” ujarnya.

Hasil dari semua rangkaian kegiatan ini tandas Ben, dibuatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan Muro yang menjadi pegangan bersama baik itu dari aparat, dinas terkait maupun Pokmaswas sebagai kelompok pengawas.

Edy Surya staf Pengawas Perikanan/PPNS Perikanan pada bidang PSDP Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi NTT mengatakan, pengawasan laut tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan dan pemerintah saja. Masyarakat perlu berperan aktif.

“Kita tentu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat saja, perlu ada partisipasi aktif dari masyarakat juga,” sebutnya.

Oleh karena itu tambah Edy, anggota Pokmaswas ini nantinya akan diberikan kartu anggota. Pihaknya pun akan berusaha melengkapi mereka dengan sarana dan prasarana pendukung untuk kegiatan pengawasan.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com