hut

Penuhi Syarat Dikurbankan, Jaga Kesehatan Hewan Ternak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Jelang hari raya Idul Adha 1440 Hijriyah sejumlah peternak memilih menjual hewan untuk kurban.

Antisipasi hewan tidak layak untuk kurban, petugas kesehatan hewan melakukan sosialisasi kepada peternak agar menjaga kesehatan ternak.

Rekiansyah, petugas kesehatan hewan dan inseminasi buatan (IB) Dinas Peternakan Lampung Selatan (Lamsel) menyebut sudah memberi pemahaman terkait hewan yang memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Sejumlah syarat hewan kurban diakuinya berupa binatang ternak unta, sapi dan kambing, domba. Selain itu syarat yang ditentukan diantaranya usia sesuai ketentuan syariat untuk kambing minimal 1 tahun, sapi minimal 2 tahun .

Syarat lainnya bebas dari aib (cacat) diantaranya buta, pincang atau sakit. Selain itu proses pemotongan juga harus dilakukan sesuai syariat Islam.

Pemotongan hewan kurban sesuai syariat yang ditetapkan diantaranya saat dipotong daging harus diperhatikan. Sebab daging hewan yang sudah disembelih harus menjadi daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Semua proses tersebut diakuinya bisa dipantau mulai dari peternak tempat asal hewan kurban dibeli. Sebab sebagian warga yang akan berkurban memilih langsung membeli dari peternak dibanding di pasar hewan.

“Pemahaman masyarakat untuk memilih hewan kurban tentunya sudah diedukasi oleh pemuka agama, petugas kesehatan hewan. Namun  harus terus diingatkan agar peternak menjual hewan kurban sesuai yang dipersyaratkan,” terang Rekiansyah saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (20/7/2019) sore.

Waktu yang masih lama untuk mempersiapkan hewan kurban diakui Rekiansyah bisa dipergunakan untuk memperhatikan sejumlah aspek.

Sebab selama ini masih ada masyarakat yang membeli hewan kurban karena ukuran saja padahal aspek lain menurutnya perlu diperhatikan. Pilihan membeli hewan kurban pada belantik atau penjual ternak bisa dilakukan dengan memperhatikan sejumlah kriteria.

Rekiansyah juga menyebut petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan akan memberikan kartu sehat untuk hewan kurban yang sudah diperiksa.

Aspek kesejahteraan hewan yang akan dijual diakuinya harus diperhatikan dengan asupan pakan dan minum cukup. Proses penyembelihan hewan kurban juga akan dipantau untuk mengecek bagian dalam ternak jika ditengarai mengandung cacing pita harus dipisahkan karena tidak layak konsumsi.

Harman, peternak kambing yang menjual kambing usia satu tahun untuk kurban – Foto: Henk Widi

Harman, pemilik ternak sepuluh ekor kambing mengaku, menjual empat ekor untuk hewan kurban. Ia memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi memenuhi syarat.

Selain umur memenuhi syarat, pemeriksaan kesehatan juga telah dilakukan. Jelang Idul Adha ternak kambing miliknya dijual kepada warga yang akan berkurban. Harga per ekor kambing disebutnya dijual Rp1,8 juta per ekor.

“Kalau harga kambing pada perantara atau pasar hewan bisa mencapai lebih dari Rp2 juta, tapi karena yang berkurban tetangga maka saya kasih harga murah,” ungkap Harman.

Maryoto, salah satu pemilik ternak sapi limousin memastikan ternak sapi yang terjual dalam kondisi sehat untuk hewan kurban – Foto: Henk Widi

Peternak sapi bernama Maryoto mengaku, dua ekor sapi Limousin miliknya laku Rp18 juta per ekor. Seperti tahun sebelumnya ia memilih menjual sapi kepada warga yang akan berkurban.

Sebab pembeli akan melihat langsung kondisi kesehatan hewan kurban. Ia juga memastikan mendapat sosialisasi dari petugas kesehatan hewan agar menyiapkan ternak sehat untuk hewan kurban.

Asupan pakan, kandang yang bersih menjadi salah satu cara menyediakan hewan kurban sehat untuk Idul Adha. Sebagai cara mendapatkan ternak sapi sehat, ia mengaku membuat kandang yang bisa dibersihkan sewaktu-waktu.

Saluran untuk kotoran, air seni disiapkan secara khusus agar bisa terbuang pada lokasi yang sudah disiapkan. Sebab kondisi kandang kurang sehat bisa mempengaruhi kesehatan sapi yang dikandangkan.

Lihat juga...