hut

Penyebaran Virus Rabies di Sikka Meluas

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Penyebaran virus rabies di Kabupaten Sikka terus meluas. Sebelumnya, virus terdeteksi ada di 10 dari 21 kecamatan di daerah tersebut.

Wilayah yang sudah terdampak adalah, Kecamatan Waigete, Kewapante, Alok Timur, Bola, Doreng, Kangae, Nita, Lela, Hewokloang dan Koting. Kini virus rabies ditemukan di Kecamatan Talibura, yang berada di ujung timur Kabupaten Sikka. “Penyebaran virus rabies begitu cepat. Hingga akhir bulan Juli ini, sudah tercatat 11 kecamatan yang positif terserang virus rabies akibat menular melalui anjing peliharaan,” sebut dr. Asep Purnama, Sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata, Jumat (26/7/2019).

Hasil pemeriksaan laboratorium veteriner Denpasar, pada 22 Juli 2019, ditemukan kasus positif di Desa Wailamung, Kecamatan Talibura. Kecamatan tersebut, berbatasan langsung dengan Kecamatan Waigete yang menjadi daerah pertama tertular virus rabies.

“Kemungkinan anjing dari Waigete dibawa ke Talibura sehingga menularkan kepada anjing lainnya. Anjing yang tertular Rabies di Kecamatan Alok Timur, ternyata hasil pemberian keluarga  yang berasal dari Kecamatan Waigete,” ungkapnya.

Asep mengimbau, warga di Pulau Flores dan Lembata, untuk tidak menerima anjing yang berasal dari kecamatan atau kabupaten endemi rabies. “Yang paling bagus, jangan memelihara anjing dahulu saat ini. Ikat anjing masing-masing supaya tidak tertular rabies dari anjing liar atau anjing milik orang lain. Ini untuk mencegah, agar kalau sewaktu-waktu muncul gejala rabies, tidak menggigit pemiliknya,” sarannya.

Sementara para sopir kendaraan roda empat atau ojek sepeda motor diminta Asep, untuk tidak mau menghantarkan anjing keluar daerah. Dengan begitu, potensi pengurangan penyebaran virus rabies dapat dilakukan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dinas Pertanian Kabupaten Sikka Drh.Maria Margaretha Siko,MSc, Jumat (26/7/2019) – Foto : Ebed de Rosary

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Drh. Maria Margaretha Siko, MSc, menyebut, kegiatan vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) sudah berlangsung di lima kecamatan di Kabupaten Sikka.

Pelaksanaan vaksinasi, terus dilakukan hingga lima kecamatan lain mendapatkan. Kegiatan akan berlangsung sampai 4 Agustus 2019. Untuk Kecamatan Talibura, yang kasusnya baru diketahui, vaksinasi akan dilakukan setelah 10 kecamatan lainnya tuntas. “Petugas kami terus melakukan vaksinasi HPR khususnya anjing. Namun demikian,meski petugas menyasar dari rumah ke rumah, kemungkinan masih saja anjing yang tidak divaksin akibat dibawah ke kebun oleh warga,” ungkapnya.

Maria menyebut, risiko petugas vaksin sangat besar. Tercatat sudah tiga petugas vaksinator yang terkena gigitan anjing. Mereka harus mendapatkan perawatan di Puskesmas dan disuntik vaksin anti rabies.

Lihat juga...