hut

Peradi Banyumas Dampingi Penderita Thalasemia

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Dukungan terhadap Alya Sasi Akbar, penderita Thalasemia yang berhasil menulis buku, mengalir dari DPC Peradi Banyumas. Organisasi advokat di bawah kepemimpinan Joko Susanto tersebut, mengkomunikasikan dengan Komnas Perlindungan Anak, sehingga Alya diundang untuk hadir dalam perayaan HUT anak nasional pada 23 Juli mendatang.

Joko Susanto menyampaikan, Alya merupakan aset Kabupaten Banyumas, karena semangatnya untuk melawan penyakit yang diderita sejak lahir serta semangatnya untuk berkarya. Sehingga, pihaknya tergerak untuk memberikan pendampingan advokasi serta membukakan jalan bagi buku karya Alya.

“Saya sudah menghubungi Ketua Komnas Perlindungan Anak, Pak Aris Merdeka Sirait, dan beliau memberikan respons yang sangat bagus. Kita bersama Alya diundang ke Komas Perlindungan Anak, supaya datang sebelum tanggal 23 Juli ini, rencananya Alya akan dihadirkan dalam perayaan HUT anak untuk memotivasi anak-anak Indonesia,” kata Joko, Selasa (9/7/2019), petang.

Ketua Peradi Banyumas, Joko Susanto. -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Joko, pendampingan advokasi terhadap Alya sangat diperlukan, terlebih setelah ia menghasilkan karya buku. Pendampingan advokasi tersebut diberikan Peradi Banyumas secara gratis, untuk membantu Alya mendapatkan hak-haknya.

“Alya ini berasal dari desa di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Ayahnya hanya pedagang biasa dan ibunya guru TK, sehingga kami merasa perlu untuk mendampinginya,” lanjut Joko.

Dalam berkomunikasi dengan Komnas Perlindungan Anak, Alya bersama ibunya juga diberi kesempatan untuk mengobrol langsung dengan Aris Merdeka Sirait melalui video call.

Komnas menjanjikan akan membantu pemasaran buku karya Alya, serta memastikan jaminan untuk pengobatan Alya.

Joko mengungkapkan, sebagai pengacara, ia mempunyai kewajiban untuk ikut peduli terhadap permasalahan sekitar. Sehingga tidak hanya perkara yang di pengadilan, polisi atau pun kejaksaan yang menjadi perhatian pengacara, tetapi juga perkara sosial yang perlu mendapatkan pendampingan.

“Pendampingan advokasi yang kami berikan untuk mencegah plagiat dari karya buku Alya, kemudian untuk melindungi Alya dari perlakuan-perlakuan yang tidak adil, akibat penyakit yang dideritanya dan lainnya,” jelasnya.

Joko berharap, Pemkab Banyumas juga memberikan kepedulian terhadap Alya yang merupakan aset membanggakan bagi Banyumas. Langkah Peradi ini, diharapkan juga bisa menginspirasi organisasi profesi lain, untuk ikut peduli terhadap anak-anak Banyumas.

Lihat juga...