hut

Perbaikan Gedung Thalasemia RSUD Banyumas Dianggarkan di 2020

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Perbaikan bangunan gedung Instalasi Terpadu Thalasemia, yang berada di bagian belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, baru dianggarkan Pemkab Banyumas APBD 2020.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, saat memaparkan kondisi dan rencana rehabilitasi gedung Thalasemia RSUD Banyumas yang rusak karena gempa, Kamis (25/7/2019). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Padahal. kerusakan gedung tempat para penderita thalasemia melakukan transfusi darah tersebut, sudah terjadi sejak 2017 lalu. Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan, gedung tersebut dibangun oleh Pemprov Jawa Tengah dan diresmikan pada Mei 2016.

Namun, di Desember 2017, terjadi gempa bumi yang mengakibatkan bangunan gedung thalasemia rusak. Karena pada awalnya dibangun oleh Pemprov Jateng, maka Pemkab Banyumas hanya melaporkan kondisinya dan menunggu upaya perbaikan dari Pemprov Jateng.

“Kita sudah melaporkan kerusakan gedung tersebut kepada Pemprov Jateng. Dan tahun kemarin, sebenarnya  pemprov sudah memasukan anggaran perbaikan gedung thalasemia sebesar Rp3 miliar di APBD, namun ternyata usulan tersebut tidak lolos,” terang Bupati, Kamis (25/7/2019).

Setelah usulan anggaran perbaikan tidak lolos di pemprov, Pemkab Banyumas berencana akan memasukan usulan anggaran di APBD Banyumas. Namun, dalam usulan APBD perubahan 2019, dana yang dimiliki tidak mencukupi. “Kita usulkan anggaran perbaikan gedung sebesar Rp3 miliar dan dalam APBD perubahan 2019 kemarin tidak bisa masuk, karena nilainya terlalu besar. Jadi baru dalam APBD induk 2020 usulan tersebut dimasukan,” terangnya.

Selama ini, gedung thalasemia melayani ratusan penderita dari Banyumas dan daerah lain seperti Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Tegal, Brebes. Akibat kerusakan, ruang transfusi darah bagi para penderita thalasemia dipindahkan ke lantai 2 UGD RSUD Banyumas.

“Sebelum rusak, di gedung thalasemia, setiap hari bisa menampung pasien untuk transfusi darah hingga 35 orang. Gedung tersebut terdiri dari tiga lantai, fasilitas tiap kamar untuk transfusi juga sangat memadai, sehingga penderita nyaman. Kalau sekarang di lantai 2 UGD, maksimal hanya bisa menampung 20 pasein per-hari, itupun dengan kondisi tempat tidur pasien saling berhimpitan,” kata Ketua Yayasan Thalasemia Cabang Banyumas, Abdul Azis Suparno.

Lihat juga...