hut

Perpindahan Kantor Atasi Minusnya SHU KSU Derami Padang

Editor: Koko Triarko

PADANG – Tekad pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, untuk pindah kantor makin bulat. Pasalnya, dengan perpindahan kantor itu akan ada sejumlah rencana program kerja yang bisa segera dilakukan.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, kantor yang di jalan Dr. Sutomo No.106, Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, telah digunakan sejak tahun pertama didirikannya KSU Derami. Kantor yang digunakan tersebut masih bersifat kontrak dan bukan aset koperasi, dan biaya kontrak mencapai Rp50 juta per tahun.

Kini, KSU Derami berupaya untuk mendapatkan biaya kontrakan kantor koperasi dengan target nilai di bawah Rp30 juta per tahun. Dengan nilai yang demikian, diperkirakan persoalan minus Sisa Hasil Usaha (SHU) bisa diatasi, yang selama ini masih terus terjadi dari tahun ke tahun.

“Kita di jajaran pengurus sepakat untuk mencari kantor yang baru dengan nilai di bawah Rp30 juta per tahun. Kalau jumlah itu, rasanya kita sanggup dan bisa menyisakan untuk SHU, apalagi selama ini SHU kita terus minus. Bagi kita, langkah pindah kantor adalah cara yang tepat untuk keberlangsungan KSU Derami,” katanya, Rabu (17/7/2019).

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati/ Foto: M. Noli Hendra

Ia berharap, kantor baru nantinya memiliki ruang pertokoan di bagian bawahnya, dan di lantai atas menjadi perkantoran. Dengan adanya pertokoan itu, KSU Derami berencana membuka unit usaha toko serba ada (Toserba).

Untuk itu, persoalan pindah kantor dinilai akan lebih baik, ketimbang harus tetap membayar biaya kontrakan hingga Rp50 juta per tahun.
“Perhitungan habis kontrakan kantor sekarang ini pada bulan Desember, jadi sembari mencapai penghujung tahun, kini para pengurus terus mencari tempat perkantoran baru yang cocok. Diperkirakan pada 2020, KSU Derami Padang sudah pindah kantor,” ujarnya.

Menurutnya, sudah saatnya KSU Derami memiliki unit usaha yang baru, keberadaan usaha Toserba akan lebih menguntungkan. Hal ini mengingat saat ini jumlah anggota Tabur Puja yang tersebar di 31 Posdaya mencapai angka ribuan. Serta hampir sebagian besar memiliki usaha yang membutuhkan berbagai bahan untuk usahanya. Misalnya, usaha gorengan, maka bahan yang dibutuhkan itu, yakni tepung, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya.

Bila sudah ada kantor baru, program membuat unit usaha Toserba akan lebih baik. Bila ada Toserba di KSU Derami, maka seluruh anggota Tabur Puja bisa dikoordinir, supaya seluruh anggota dapat berbelanja kebutuhan usaha ke KSU Derami melalui Toserba yang ada.

“Kita sebenarnya memang lagi berencana untuk membuka unit usaha yang baru, cuma persoalannya sekarang itu, ya modal. Seperti halnya untuk Toserba, sebenarnya dulu itu ada rencana Senkudaya (Sentra Ulakan Posdaya) yang dipindahkan ke KSU Derami dari sebelumnya di LKKS Sumatra Barat. Namun karena masih ada beberapa hal, Senkudaya tak kunjung menjadi unit usaha di KSU Derami,” katanya.

Untuk itu, pengurus KSU Derami mempunyai rencana untuk mendirikan Toserba. Terkait permodalan, setidaknya ada uang Rp20 juta yang bisa diputarkan. Meski sebatas rencana, skema cara penjualan barang-barang pun telah diperbincangkan.

Ayu menilai, jika harus pindah kantor, KSU Derami Padang harus mempersiapkan segala hal, seperti membeli kembali sejumlah peralatan dan sarana perkantoran yang menjadi aset KSU Derami Padang.

Ia menyebutkan, KSU Derami Padang saat ini diperkirakan usainya telah mencapai 5 tahun, sebuah usia yang masih muda untuk koperasi yang bersifat koperasi serba usaha.

Untuk menapak masa depan, KSU Derami akan terus melakukan inovasi-inovasi, agar anggotanya yang merupakan masyarakat tersebar di Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) tetap bisa mengembangkan usahanya.

Tetapi, besarnya biaya pengeluaran dan sementara modal hanya sebesar Rp3 miliar, dan telah menyebar melalui pinjaman modal usaha Tabur Puja kepada ribuan masyarakat, maka modal tersebut terhitung kecil.

Sementara jumlah pinjaman mulai dari Rp2 juta hingga paling tertinggi Rp5 juta, tergantung dari kondisi usaha yang dijalani.

“Risikonya di sini, karena peminjam adalah masyarakat kurang mampu, jadi soal kredit macet tidak bisa dihindari. Makanya, kita berupaya dengan cara lain harus menekan pengeluaran, agar kondisi keuangan tetap kuat,” tegasnya.

Bagi KSU Derami, pindah kantor diperkirakan dapat memberikan dampak yang baik untuk keberlangsungan koperasi, yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Padang, dengan memunculkan usaha-usaha baru dari kalangan prasejahtera.

Lihat juga...