hut

Personel Gabungan Lakukan Pencarian Nelayan Hilang di Lamtim

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Personel gabungan masih melakukan upaya pencarian nelayan hilang di perairan Labuhan Maringgai Lampung Timur (Lamtim).

Proses pencarian dilakukan usai unit siaga SAR Bakauheni mendapatkan informasi hilangnya salah satu anak buah kapal (ABK) kapal bubu pencari ikan di perairan timur Labuhan Maringgai.

Cuaca buruk di wilayah tersebut diduga menjadi penyebab nelayan terjatuh saat mencari ikan.

Humas Basarnas Lampung, Deni Kurniawan, menyebut, informasi awal diperoleh dari Kepolisian Perairan Polres Lampung Timur.

Insiden kecelakaan laut tersebut dilaporkan pada Senin (8/7) pukul 14.20 setelah hari sebelumnya Minggu (7/7) korban bernama Erwin dilaporkan hilang. Upaya pencarian disebutnya telah dilakukan oleh sesama nelayan dan pihak terkait meski belum menemukan korban.

“Lokasi kecelakaan pelayaran berakibat satu nelayan terjatuh dari kapal bubu terjadi di perairan Pulau Senggama Kecamatan Labuhan Maringgai,” ungkap Deni Kurniawan saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (9/7/2019).

Kronologis awal berdasarkan keterangan sejumlah nelayan, korban jatuh dari kapal bubu saat menuju tempat pendaratan ikan Labuhan Maringgai.

Korban terjatuh akibat terpeleset dari kapal dan upaya pencarian telah dilakukan meski belum ditemukan. Sejumlah nelayan di sekitar lokasi bahkan sudah melakukan pencarian sekaligus melaporkan insiden tersebut kepada pihak terkait.

Menindaklanjuti laporan tersebut,Deni Kurniawan menyebut Basarnas Lampung langsung mengerahkan 1 tim rescue.

Tim tersebut berjumlah 5 personel dari Unit Siaga SAR Bakauheni yang ditempatkan di dermaga Muara Piluk Bakauheni. Proses pencarian pada hari pertama setelah kejadian di lokasi kejadian musibah (LKM) sempat dihentikan dan kembali dilanjutkan pada Selasa (9/7) oleh personel gabungan.

Feriansyah, Kepala Unit Siaga SAR Bakauheni saat memberi pengarahan sebelum proses pencarian nelayan hilang di perairan Labuhan Maringgai Foto: Istimewa/Dok Unit Siaga SAR Bakauheni

Tim unit siaga SAR Bakauheni yang dipimpin Feriansyah selaku kepala unit Siaga SAR Bakauheni disebutnya telah berkoordinasi dengan pemilik kapal dan aparat setempat untuk melakukan pencarian.

Pencarian pada hari pertama diakui sempat dihentikan sementara dikarenakan cuaca buruk didominasi angin kencang disertai gelombang tinggi.

Proses pencarian kembali dilakukan pada Selasa (9/7) menggunakan perahu RIB (rigid inflatable boat) dan speed boat jenis lidah milik nelayan.

Sejumlah unsur yang terlibat dalam proses pencarian korban diantaranya 4 orang personel Basarnas Lampung, 2 orang ABK Kapal Bubu menggunakan RIB Basarnas Lampung.

Selain itu pencarian memakai speed boat lidah melibatkan 1 personel Polair Polda Lampung, 1 orang nahkoda, 1 orang pemilik Kapal Bubu.

Proses pencarian diakuinya juga diinformasikan kepada sejumlah nelayan yang ada di perairan Labuhan Maringgai.

Sebab kondisi cuaca disertai dengan pergerakan arus laut menjadi salah satu kendala proses pencarian. Basarnas Lampung diakui Deni Kurniawan mendirikan pos koordinasi pencarian melibatkan unsur terkait termasuk pemerintah kecamatan Labuhan Maringgai hingga korban ditemukan.

Lihat juga...