hut

Pertahankan Produktivitas Karet, Petani di Balikpapan Diberi Pendampingan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Guna meningkatkan produktivitas perkebunan karet di Kota Balikpapan, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada petani.

Balikpapan salah satu kota yang memiliki potensi pengembangan perkebunan karet untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Adapun luas wilayah perkebunan karet di Balikpapan seluas 4.496,5 hektare.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan Heria Prisni – Foto: Ferry Cahyanti

“Memang potensi lagi dikembangkan meskipun lahan kita terbatas, masih ada perkebunan karet dan lada kemudian sawit. Potensi itu terus digali dengan meningkatkan produktivitas,” ungkap Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Heria Prisni, Senin (15/7/2019).

Menurutnya, upaya peningkatan produktivitas itu dilakukan pendampingan dan pelatihan kepada petani.

Itu dilakukan bukan hanya meningkatkan produktivitas namun juga menjaga standar mutu dari karet itu sendiri.

“Kita pelatihan dan sosialisasi kepada mereka. Supaya tanaman yang sudah ada  produktivitasnya meningkat. Sedangkan harga kita ikuti pasar, tergantung pada harga dunia,” jelasnya.

Heria Prisni menyebutkan dari luas lahan karet yang dikembangkan tersebut produksinya mencapai 6.823 ton  per tahun.

“Pada lima tahun terakhir produksinya mencapai 35.177 ton, dengan rata-rata produksi per hektare mencapai 1.743 kilogram,” pungkasnya.

Ia juga mengatakan petani karet yang ada di Balikpapan juga bukan hanya bertanam karet namun mereka bertanam pangan hortikultura.

“Khusus untuk petani karet tidak ada, tapi mereka bertani hortikultura juga, sehingga saat harga karet jatuh mereka tidak bergantung,” tandasnya.

Heria menambahkan setelah karet disadap akan ada pengepul yang datang kemudian langsung dibawa ke Kalimantan Selatan.

“Mereka sudah bingung untuk jual karena sudah ada pengepulnya,” ujarnya.

Sebelumnya tiga kelompok tani di Kaltim telah mendapatkan bantuan peralatan pascapanen dari pemerintah provinsi Kaltim.

Bantuan peralatan itu berupa pisau sadap, mangkok, ring, talang sadap, bak pembeku, lateks dan saringan lateks.

Lihat juga...