hut

Petani Balikpapan Bawa Produk Unggulan di Peda 10 KTNA

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Puluhan petani dan nelayan di Balikpapan membawa produk unggulan hasil pertanian dan perikanan pada pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda X KTNA) 2019 tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada 20-25 Juli di Berau.

Petani Balikpapan datang dengan membawa hasil pertanian seperti pepaya, ikan laut yang dibuat amplang dan produk unggulan lainnya singkong.

Melalui produk unggulan yang dibawa tersebut puluhan petani Balikpapan dapat mempertahankan juara umum stan pameran terbaik setelah pada tiga tahun lalu memperoleh predikat tersebut.

“Petani-petani ini bawanya sukarela. Ada yang bawa bahan mentah. Dari hasil pertanian pepaya, ikan juga, salak juga. Sebelumnya kita dapat juara stan pameran, targetnya bisa dipertahankan,” kata Warsito, Ketua Rombongan Tani, saat pelepasan oleh Wali Kota Balikpapan di Halaman Kantor Pemkot, Selasa.

Melalui pekan daerah tersebut, petani se-Kaltim akan uji ketangkasan dan bertukar informasi mengenai bertani, berkebun maupun melaut dan budidaya.

“Ini sebagai ajang kompetisi karena ada lomba sekaligus bertukar informasi baik itu pengalaman bertani dan teknologinya,” pungkas pria petani karet dan hortikultura ini.

Dalam pertemuan tani se-Kaltim ini, juga ada petani rumah pangan lestari dimana petani tersebut budidayanya menggunakan pekarangan rumah.

“Perwakilannya lengkap sehingga nanti ketika pulang ilmunya bisa diimplementasikan,” ujarnya.

Pada pelepasan Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Heria Prisni, mengatakan, pekan daerah ini sebagai ajang tukar informasi dalam bercocok tanam maupun perikanan.

“Harapannya dengan ikut kegiatan itu petani bisa meningkatkan usaha taninya karena kita juga bertukar informasi,” harapnya.

Balikpapan sendiri mengirimkan 103 orang yang terdiri 73 petani dan nelayan kemudian sisanya adalah penyuluh.

Untuk diketahui pada 30-25 Juli 2019 Peda ke 10 KTNA 2019 dilaksanakan di Kabupaten Berau. Kegiatan tersebut akan dihadiri 2 ribu lebih petani dan nelayan.

Kegiatan itu bertujuan menghasilkan formulasi dan rekomendasi untuk kemajuan pertanian di Kaltim termasuk peningkatan kesejahteraan para petani dan nelayan.

Lihat juga...