Petani di Banyumas Diharap Mampu Manfaatkan Teknologi

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Para petani dalam era digital sekarang ini, diharapkan mau belajar berbagai macam aplikasi, sehingga melek teknologi. Sebab, teknologi akan banyak membantu petani, mulai dari pemantauan harga hingga pemasaran produk.

Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Wijayanto, mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk melakukan percepatan adopsi teknologi digital di sektor pertanian. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada para penyuluh pertanian.

“Saat ini masih banyak petani yang belum memanfaatkan perkembangan teknologi, padahal teknologi bisa dimanfaatkan untuk kemajuan pertanian,” terangnya, saat memberikan sosialisasi di Gedung Graha Adiguna kompleks Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Rabu (10/7/2019).

Wijayanto mencontohkan, perkembangan aplikasi pada gadget sekarang ini sudah bisa dipergunakan untuk memantau fluktuasi harga produk pertanian, serta mencari pasar-pasar baru.

Petani, lanjutnya, juga harus memantau perkembangan isu seputar pertanian, sehingga bisa mengambil langkah yang tepat dan bisa beradaptasi dengan cepat.

“Melalui gadget, petani sudah bisa memantau harga cabai, gabah, pupuk dan lainnya. Dengan demikian, mereka bisa memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan, jika menanam tanaman tertentu dan berapa profit yang akan diperoleh. Fluktuasi harga sekarang berlangsung cukup cepat, karena dipengaruhi oleh faktor cuaca,” jelas Wijayanto.

Wijayanto menegaskan, Kemenkominfo berkomitmen untuk memajukan kualitas hidup petani dan nelayan di seluruh Indonesia dengan teknologi.

Sampai saat ini, Kemenkominfo sudah melayani satu juta petani dan nelayan untuk go-digital yang membantu alur kerja mereka.

Diharapkan, para petani di Kabupaten Purbalingga segera menyusul, setelah mendapat sosialiasi yang nantinya akan diikuti dengan pelatihan.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno, menyampaikan, pengembang aplikasi pertanian yang  disebut ‘Petani Go Online’ ini merupakan salah satu terobosan  yang strategis dan tepat untuk mewujudkan visi misi pemerintah Kabupaten Purbalingga di era digital saat ini.

“Melalui solusi cerdas yang inovatif dari Kemenkominfo ini, dengan program ‘petani go online’ untuk mendorong pemanfaatan teknologi, segala jenis tantangan pertanian di Purbalingga akan dapat diminimalisir,” tuturnya.

Agus berharap, program tersebut akan mampu mendekatkan petani kepada pasar, baik lokal maupun nasional, dan petani bisa berinteraksi langsung dengan pembeli.

Lihat juga...