hut

Petani Padi di Bantargebang Disarankan Ikut Asuransi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Memasuki musim kemarau tahun ini, sejumlah lahan sawah di wilayah Kota Bekasi terancam kekeringan. Terutama di dua wilayah di Bantargebang dan Kecamatan Mustikajaya, Kota  Bekasi, Jawa Barat.

“Saat ini saya tengah melaksanakan program pendataan untuk petani, agar ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), bekerja sama dengan Jasindo,” kata Ika, Penyuluh Pertanian Kecamatan Bantargebang, Dinas Pertanian Kota Bekasi, Senin (15/7/2019).

Dikatakan, bahwa sampai saat ini, baru ada 6.5 hektare lahan petani di Gapoktan Subur Makmur, wilayah kelurahan Sumutbatu yang mendaftar. Petani yang mendaftar AUTP tersebut lahannya cukup berisiko mengalami kekeringan.

Menurutnya, luas lahan pertanian sawah di Sumur Batu yang dikelola Kelompok Tani Subur Makmur totalnya mencapai 18 hektare, yang dikelola oleh sekitar 45 petani. Dari jumlah tersebut, baru 7 orang yang ikut asuransi.

“Kami terus mensosialisasikan AUTP, karena saat ini ada subsidi dari pemerintah. Seharusnya petani membayar asuransi Rp180 ribu per hektare, hanya membayar Rp36 ribu. Sisanya ditanggung pemerintah,” ujar Ika.

Ika Septirina, Penyuluh Pertanian Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, saat berada di sawah sekitar Kelurahan Sumur Batu. –Foto: M Amin

Dijelaskan, keuntungan yang didapat petani jika mengikuti AUTP, misalkan sawah yang didaftarkan seluas satu hektare dan terjadi serangan hama atau puso, maka akan mendapat bantuan sebesar Rp6 juta per hektare. Begitu pun jika terjadi kerusakan separuhnya, maka hanya mendapat sebagian.

Untuk mekanisme pendaftaran AUTP, lanjutnya, petani mendaftar ke PPL, kemudian PPL mengisi form online. Setelah mendapat persetujuan tingkat Kota, maka petani baru membayar asuransi di Bank BRI, maka akan terbit surat asuransinya dari Jasindo.

Lebih lanjut Ika menyebut, bahwa di wilayah Bantargebang saat ini ikut terkena dampak musim kemarau. Namun demikian, ia mengatakan saat ini wilayahnya masih sebatas terancam.

“Petani di wilayah Bantargebang masih bisa memanfaatkan sumur bor dan pompa air bantuan dari Dinas Pertanian,” papar Ika.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kota Bekasi, Momon, dikonfirmasi  terpisah, membenarkan bahwa lahan sawah di dua wilayah di Kota Bekasi teramcam kekeringan. Hal tersebut terjadi di wilayah Bantargebang dan Mustikajaya.

Dia mengaku sudah mengumpulkan semua penyuluh pertanian di setiap kecamatan di Kota Bekasi, dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadi kekeringan di wilayah Bekasi.

“Saya sudah kumpulkan semua penyuluh dalam rangka antisipasi terjadi kekeringan, agar bisa menggerakkan semua bantuan yang telah diberikan, seperti traktor, air, handrayer atau pompa air,” tandasnya.

Lihat juga...