hut

PKK Bali Ajak Media Massa Perangi Narkoba

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mengajak  berbagai pihak, baik media cetak maupun elektronik, untuk menggencarkan kampanye bahaya narkoba dan penyebaran HIV/AIDS. Sebab, media mempunyai peran sangat penting dalam penyampaian informasi, guna membangun kesadaran masyarakat.

Terlebih, dewasa ini penggunaan media, khususnya media online sedemikian pesat, sehingga sosialisasi melalui media merupakan salah satu cara paling efektif membangun kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba dan HIV AIDS.

“Media adalah ujung tombak informasi di masyarakat, sehingga berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan membangun kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba dan HIV AIDS. Mari kita bersama bergerak bersatu padu, satu langkah dengan sungguh-sungguh secara terus-menerus memeranginya, sehingga Bali bebas narkoba dan HIV/AIDS,” tutur Putri Koster, saat audiensi dengan Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Bali di Denpasar, Rabu (3/7/2019) sore.

Menurutnya, dukungan serta peran serta semua pihak ini dibutuhkan, sebab peredaran narkoba sudah dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Penyalahgunaan narkoba merupakan penjajahan dalam bentuk lain, karena akan merusak dan menghancurkan mental generasi penerus bangsa.

Maka, berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba harus makin digencarkan, khususnya di kalangan generasi milenial yang nantinya menjadi tumpuan dan masa depan bangsa.

“Dari narkoba bisa menularkan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bersama. Hal ini sangat berbahaya. Kita harus bergerak bersama-sama, satu visi, satu tujuan kita perangi bersama narkoba dan HIV/AIDS,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua GANNAS Bali, Yusdiana MY, menyampaikan, GANNAS Bali adalah organisasi yang beranggotakan dari berbagai elemen masyarakat yang bergerak secara gencar, melakukan berbagai upaya dalam mencegah penyebaran narkoba di tengah masyarakat. Di antaranya sosialisasi ke sejumlah sekolah, karang taruna dan para orang tua terkait adanya bahaya laten narkoba.

Ke depan, pihaknya ingin melakukan sinergitas dengan pemerintah, dalam hal ini TP PKK Provinsi Bali, untuk bergerak bersama-sama  membangun kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba.

“Dengan sinergitas ini, kami berharap pencegahan penyalahgunaan narkoba bisa dilakukan secara masif dan terpadu,” tandasnya.

Lihat juga...