PKL CFD Hutan Kota Bekasi Diminta Melapor Jika Ada Kutipan

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kepala UPTD Hutan Kota Bekasi, Jawa Barat, Anto Sugiarto meminta Pedagang Kali Lima (PKL) khusus Car Free Day (CFD) yang berjualan setiap hari Minggu, untuk melaporkan ke pihak berwajib jika terjadi pungutan liar mengatasnamakan lembaga tertentu atau pun pribadi.

“Pengaduan soal kutipan (pungutan) liar yang dilakukan oknum dengan mengatasnamakan lembaga tertentu kepada PKL CFD yang berjualan di sekitaran Hutan Kota, cukup banyak. Bisa enam kali dilakukan setiap hari Minggu saat berlangsung CFD,”ujar Sugiarto, kepada Cendana News, Rabu (24/7/2019).

UPTD Hutan Kota Bekasi di jalan A. Yani, mengumpulkan sekira 300 pedagang PKL khusus CFD yang berjualan di areal Hutan Kota. Selain membahas soal kutipan liar yang dikeluhkan PKL, dalam pertemuan tersebut juga memberi pembinaan kepada PKL CFD untuk tidak berjualan di zona terlarang.

Anto Sugiarto, Kepala UPTD Taman Hutan Kota –Foto: M Amin

Dikatakan Sugiarto, areal Hutan Kota sesuai Peraturan Wali Kota Bekasi sudah mengatur zona dilarang jualan dan lokasi khusus PKL CFD. Zona dilarang seperti lokasi tanah merah, areal lapang sepatu roda dan jalur menuju arah GOR Chandrabaga.

Dalam kesempatan tersebut, UPTD Hutan Kota, mengundang Babinsa setempat, Satpol PP, Dinas UKM dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, untuk memberi pengarahan kepada PKL di areal Hutan Kota saat berlangsung CFD.

“Saya tegaskan, tidak ada pungutan retribusi dalam bentuk apa pun kepada pedagang kaki lima, karena tempat itu sengaja disediakan langsung oleh Wali Kota Bekasi sebagai bentuk perhatian kepada PKL. Untuk itu, diminta PKL bisa tertib,” katanya.

Dia berharap, setelah dilakukan pengumpulan, PKL CFD ke depan lebih tertib, sehingga petugas Satpol PP tidak perlu lagi mengarahkan para pedagang atau membubarpaksakan PKL CFD yang berjualan di lokasi terlarang yang kerap terjadi setiap minggunya.

Dalam pertemuan tersebut, PKL CFD menyepakati adanya kelompok dengan menunjuk Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Hal tersebut untuk mempermudah koordinasi antara pedagang dan pengelola Hutan Kota.

Riono, salah seorang pedagang, mengakui banyaknya kutipan dari oknum tertentu setiap hari minggu saat CFD. Kutipan bisa sampai delapan kali dengan orang berbeda, yang mengaku dari lembaga seperti ormas tertentu.

“Kadang kami ngumpet (bersembunyi) kalau melihat oknum itu datang. Atau lagi tidak ada uang, ya sudah kasih makan bakso ceker saja. Kutipan bisa mencapai Rp20 ribuan jika ditotal, kan besar untung bakso paling berapa?” ujar pedagang bakso kikil ini, diamini penjual lainnya.

Lihat juga...