hut

Polisi Amankan Terduga Pembobol Enam ‘Petshop’ di Denpasar

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Seorang pemuda berinisial DS, diamankan Kepolisian Resor Kota Denpasar, karena diduga membobol enam toko hewan (Petshop) di kawasan Badung dan Denpasar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan, menjelaskan, pihaknya menerima laporan telah terjadi tindakan pencurian di petshop di beberapa petshop di wilayah hukum Kota Denpasar dan Badung.

“Kami menerima laporan mulai sejak awal Juni 2019, tepatnya tanggal 3 sampai 7 Juni dan terakhir pada 9 Juni 2019. Dan ternyata dua lokasi, yaitu di Badung dan Denpasar,” kata Yawan Arta, di Mapolresta Denpasar Kamis, (18/7/2019) sore.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan.-Foto: Sultan Anshori.

Setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya mencari informasi dan mengumpulkan alat bukti. Pada 15 Juni, pihaknya berhasil mengendus keberadaan terduga pelaku di salah satu perumahan di daerah jalan Cargo, Denpasar.

“Awalnya pelaku ini sempat tidak mengaku atas perbuatannya. Namun kami tunjukkan bukti, dan akhirnya dia mengakui perbuatannya,” imbuh Yawan Arta.

Mantan Kasat Narkoba Polresta Denpasar ini menegaskan, aksi pelaku diketahui dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di masing-masing toko. Sehingga, diketahui kalau DS mendatangi toko-toko tersebut.

“Kita telusuri di petshop itu siapa yang sering berhubungan, termasuk pelanggan dan pembeli, dan di sanalah kami dapatkan petunjuk terkait perbuatan pelaku,” terangnya.

Diketahui, pelaku menyasar toko-toko hewan yang menjadi langganannya. Ia sendiri bekerja sebagai pemelihara anjing dan menawarkan jasa pelatihan penjinakan anjing. Maka, wajar jika ia punya banyak toko langganan untuk membeli keperluan anjing, seperti makanan dan obat-obatan.

“Pekerjaan dia juga sesuai dengan sasaran TKP dia, adalah pemelihara hewan, khususnya anjing. Dia memberikan jasa perawatan anjing dan untuk pelatihan menjinakkan anjing,” jelasnya.

Sebelum melakukan pencurian, pelaku mempelajari toko yang akan disasarnya. Danm pada waktu dini hari pelaku langsung menjebol toko tersebut menggunakan obeng dan palu.

“Jadi, pelaku dengan mengendarai sepeda bermotor menuju TKP yang sudah dipelajari oleh pelaku. Dengan menggunakan obeng dan palu dan melakukan pemukulan bagian kaca,” kata Arta.

Barang-barang yang menjadi incaran adalah layar monitor dan keyboard komputer, ponsel merk Samsung, uang tunai Rp650 ribu, dan berbagai macam makanan (dog food) dan obat-obatan untuk anjing. Total kerugian mencapai Rp35 juta.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dan pemberatan. Ia terancam pidana penjara tujuh tahun.

Sementara, pelaku mengaku melakukan pencurian karena ketagihan bermain judi online. Ia sering kalah dan mencari uang untuk menjalankan hobinya. Hasil pencurian juga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Alasan dia mencuri sebelumnya dia sering bermain judi online. Dari kegiatan tersebut, dia banyak mengalami kekalahan dan karena juga untuk kebutuhan sehari-hari. Karena selain barang bukti berupa makanan, juga ada uang dan handphone serta komputer yang diambil, dan sudah ada berapa barang yang dijual oleh pelaku,” tandas Wayan Arta.

Lihat juga...