hut

Polres Kebumen Giat Patroli Pengamanan Gabah

Editor: Koko Triarko

KEBUMEN – Memasuki musim panen, jajaran Polres Kebumen kembali giat melakukan patroli pengamanan gabah. Dalam patroli ini, petugas berkeliling dan mengimbau kepada para petani yang menjemur gabah di pinggir-pinggir jalan, untuk lebih waspada dan memasukkan gabah ke dalam rumah saat malam hari.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, Kompol Suparno, mengatakan, dalam satu pekan terakhir pihaknya kembali menggiatkan patroli dialogis, untuk mengingatkan para petani, agar waspada terhadap pencurian gabah. Bahkan, saat melakukan penjemuran gabah di lokasi jauh dari rumah, petani juga diimbau untuk rajin memantau.

“Tidak hanya malam hari, saat siang hari pun ketika gabah dijemur di pinggir jalan, petani harus tetap memantau. Karena sebagian jalanan yang dipergunakan untuk menjemur gabah, sepi dan para pencuri gabah bisa beraksi dengan cepat hanya dalam hitungan menit,” terang Kompol Suparno, Jumat (26/7/2019).

Patroli serta imbauan tersebut disampaikan jajaran Polres Kebumen, atas intruksi Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede, melalui Bhabinkamtibmas yang rutin berkeliling ke desa-desa.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, Kompol Suparno. -Foto: Hermiana E. Effendi

Jika ada gabah yang dijemur di pinggir jalan atau pinggir lapangan, Bhabinkamtibmas akan mendatangi dan mencari pemiliknya. Kemudian dijelaskan tentang berbagai kemungkinan upaya pencurian gabah, supaya pemilik gabah lebih waspada.

Kompol Suparno menjelaskan, petani di Kabupaten Kebumen mempunyai kebiasaan menjemur gabah hasil panen di lapangan atau di pinggir jalan. Seringkali hingga malam hari, gabah dibiarkan tergeletak di pinggir jalan. Petani tidak memasukkan gabah ke dalam rumah atau tempat  penyimpanan yang lebih aman, dengan alasan besok akan dijemur kembali.

Dalam patroli pengamanan gabah yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Poncowarno, Brigadir Kuat, saat melintas di Desa Blater, Kecamatan Poncowarno, ia menjumpai ada petani yang sedang menjemur gabah di pinggir jalan. Brigadir Kuat kemudian menghampiri petani tersebut.

“Siang, Ibu. Gabahnya cukup banyak dan bagus, kalau sampai dicuri orang sayang, ya Bu. Jadi, nanti setelah selesai menjemur, lebih baik dimasukkan dalam rumah. Capai sedikit, bolak-balik angkat gabah tidak apa-apa, daripada nanti gabahnya hilang dicuri,” tuturnya, kepada Sukinah, yang sedang menjemur gabah.

Sukinah sempat menanyakan, apa banyak pencurian gabah, di daerah mana saja dan sebagainya. Dengan sabar, Brigadir Kuat menjelaskan, bahwa lebih baik melakukan upaya pencegahan, daripada sudah kejadian dan pada akhirnya menyesal.

Pada akhirnya Sukinah berjanji akan memasukan gabah ke dalam rumah, setelah selesai dijemur.

“Iya, nanti saya masukkan ke rumah gabahnya, terima kasih Pak Polisi sudah diingatkan, soalnya ini gabah hasil panen yang tidak terlalu banyak, dan hasilnya nanti buat memenuhi kebutuhan hidup,” tuturnya.

Lihat juga...