hut

Potensi Bisnis Batok Cumi di Bali Cukup Besar

Editor: Koko Triarko

BADUNG – Siapa yang tidak mengenal Cumi-cumi? Salah satu biota laut ini merupakan salah satu jenis seafood yang banyak digemari masyarakat pecinta kuliner. Tak hanya daging cumi-cumi yang memiliki sejuta manfaat, konon tulangnya pun juga bisa dimanfaatkan sebagai terapi wajah alami. Kandungan tulang cumi-cumi membuat wajah lebih cerah, kenyal dan kencang. Namun, hanya ada satu cumi yang memiliki batok di badannya, yaitu jenis cumi yang bernama latin Sepia officinalis

Di Bali, khususnya di pasar Ikan Kedonganan, Kuta Selatan, Badung, ada beberapa pedagang yang menjual tulang cumi-cumi ini. Andika, salah seorang pedagang batok atau tulang cumi, menjelaskan, cumi batok atau Sepia officinalis ini didapat dari para nelayan lokal di Bali. Namun, kadang juga dipasok dari pengepul di Pulau Jawa dan Madura.

“Kalau di Bali ada, bisa kita ambil di lokal sini. Tapi kalau stok di sini kosong, kami biasanya order dari luar Bali,” kata Andika, saat ditemui Senin, (8/7/2019).

Batok Cumi yang kaya manfaat. -Foto: Sultan Anshori

Andika menuturkan, bisnis jual beli Batok Cumi ini cukup menjanjikan, karena permintaan cukup banyak di pasaran. Menurut informasi yang didapatkan, batok Cumi ini digunakan sebagai bahan campuran kosmetik kecantikan.

Dalam setiap bulan, permintaan untuk batok cumi ini cukup signifikan, yaitu antara satu hingga dua kuintal. “Biasanya ada pengepul yang datang ke sini,” imbuh Andika, yang asal Probolinggo Ini.

Selain itu, kata Andika, batok cumi juga dibuat pakan burung. Karena bagian tengahnya memiliki tekstur yang empuk layaknya isi bonggol jagung dan memiliki kandungan bagus.

Batok cumi ini juga dimanfaatkan sebagai salah satu produk kerajinan khas Bali. Batok cumi ini dicuci bersih, kemudian dicat sesuai keinginan, dan disusun rapi di lingkaran kawat.

Biasanya, kerajinan batok cumi ini paling cocok ditampilkan sebagai hiasan ruang tamu atau kamar di rumah atau hotel serta villa di Bali.

“Sebenarnya, cumi batok berpotensi mendatangkan peluang bisnis bagi kami. Namun ini hanya dibuat bisnis sampingan saja, karena mata pencaharian utama kami menjual ikan,” sebut lelaki yang masih lajang ini.

Menurut Andi, cumi batok dijual per kilogram, sebesar Rp50.000 hingga 70 ribu rupiah. Hal tersebut tergantung permintaan di pasaran dan stok yang ada. “Usaha ini sudah berjalan sejak tiga tahun lalu,” tegas Andika.

Hal senada juga diungkapkan Hendrik Andreyano, penjual batok cumi di pasar yang sama. Menurutnya, batok cumi ini juga pernah ada permintaan dari salah satu perusahaan kosmetik ternama. Namun karena permintaannya terlalu banyak, akhirnya dirinya tidak mampu mengakomodirnya.

“Seminggu kami harus kirim satu ton. Dapat dari mana kita sebanyak itu?” tandas Hendrik Andreyano.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!